MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

US GDP Malam Ini: Ujian Kekuatan Ekonomi AS di Akhir 2025

Maxco Futures  – Pasar keuangan global menanti rilis data Gross Domestic Product (GDP) Amerika Serikat malam ini dengan kewaspadaan tinggi. Di tengah likuiditas pasar yang menipis akibat libur akhir tahun, angka pertumbuhan ekonomi ini menjadi salah satu penentu utama sentimen pasar menjelang penutupan 2025.

Data yang dirilis merupakan GDP kuartal III 2025 (annualized), yang berfungsi sebagai barometer utama apakah ekonomi AS masih mempertahankan momentum ekspansi atau mulai menunjukkan tanda perlambatan yang lebih serius.

Ekspektasi Pasar: Masih Ekspansif, Namun Melambat

Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS berada di kisaran 3,2%–3,3%, sedikit lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya. Angka ini mencerminkan ekonomi yang masih tumbuh solid, namun mulai kehilangan sebagian tenaga dorongnya.

Sebagai perbandingan, GDP kuartal II 2025 tercatat tumbuh sekitar 3,8%, ditopang kuat oleh belanja konsumen dan aktivitas jasa. Perlambatan yang diantisipasi pada kuartal III terutama dipicu oleh:

  • Melemahnya belanja konsumen,
  • Penurunan investasi bisnis,
  • Dampak kebijakan moneter ketat yang masih terasa,
  • Serta penyesuaian inventori perusahaan.

Meski demikian, proyeksi model ekonomi seperti GDPNow masih menunjukkan pertumbuhan yang relatif tangguh, menandakan ekonomi AS belum memasuki fase kontraksi.

Apa yang Akan Menjadi Sorotan Utama

Lebih dari sekadar angka headline, pasar akan mencermati komposisi pertumbuhan GDP:

  • Konsumsi rumah tangga: apakah masih menjadi mesin utama ekonomi,
  • Investasi bisnis: sebagai cerminan kepercayaan korporasi,
  • Belanja pemerintah dan ekspor-impor: yang dapat memperhalus atau justru menekan total pertumbuhan.

Pertumbuhan yang kuat namun ditopang konsumsi semata bisa dianggap kurang berkelanjutan, sementara kontribusi investasi yang lemah akan meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi di 2026.

Implikasi ke Pasar Keuangan

Reaksi pasar terhadap data ini sangat kontekstual:

  • GDP di atas ekspektasi berpotensi menopang dolar AS dan indeks saham, namun juga bisa menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
  • GDP di bawah ekspektasi akan memperkuat narasi dovish The Fed, menekan USD, mendukung emas, dan berpotensi mendorong reli obligasi.

Namun perlu dicatat, karena rilis ini terjadi di pekan libur Natal, reaksi pasar bisa bersifat terbatas dan tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen jangka menengah.

Rilis US GDP malam ini menjadi ujian penting bagi narasi “soft landing” ekonomi AS. Angka pertumbuhan yang tetap solid akan mengonfirmasi bahwa ekonomi masih mampu bertahan di bawah suku bunga tinggi. Sebaliknya, kejutan negatif akan mempercepat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter pada 2026.

Bagi pelaku pasar, data ini bukan sekadar angka, melainkan petunjuk arah kebijakan The Fed, pergerakan dolar, dan positioning aset global di awal tahun depan.

Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.