Memasuki akhir Juli 2025, lanskap ekonomi global—khususnya di Amerika Serikat dan kawasan Eurozone—menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati. Dari pasar tenaga kerja hingga kebijakan suku bunga, data terbaru memberikan sinyal bahwa perekonomian saat ini berada di persimpangan penting antara pemulihan dan kehati-hatian.
Pasar Tenaga Kerja AS: Stabil, Tapi Melambat
Laporan JOLTS Job Openings untuk Juni 2025 menunjukkan penurunan jumlah lowongan kerja sebesar 46.000 menjadi 8,184 juta—masih lebih tinggi dari level pra-pandemi, namun menunjukkan tren perlambatan. Proses perekrutan juga melemah, turun 314.000 menjadi 5,341 juta, angka terendah sejak pandemi.
Menariknya, meskipun indikator perekrutan menurun, angka pemutusan hubungan kerja juga turun ke level terendah sejak akhir 2022, yaitu sebesar 180.000. Ini menunjukkan bahwa perusahaan cenderung berhati-hati dalam melepas karyawan, demi menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian. Angka pengunduran diri juga turun ke level terendah dalam tiga tahun terakhir.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut kondisi ini sebagai “keseimbangan antara perlambatan upah dan inflasi yang mulai menurun,” menegaskan bahwa pasar tenaga kerja masih menjadi penentu utama arah kebijakan moneter ke depan.
Pertumbuhan Ekonomi: AS Menguat, Eurozone Mandek
Di sisi pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal II 2025 tumbuh sebesar 2,5% secara tahunan—melampaui ekspektasi pasar. Sebaliknya, kawasan Eurozone hanya mencatat pertumbuhan stagnan sebesar 0,1% secara kuartalan.
Indeks PMI manufaktur global menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama di AS dan Eropa, meski ketidakpastian kebijakan tarif tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi.
Pasangan USDJPY mengalami kenaikan, didorong oleh penguatan dolar AS dan pelemahan yen Jepang.
Rapat FOMC Juli: Sikap Hati-hati dan Menunggu
Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juli menunjukkan pendekatan “tunggu dan lihat”. The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga dalam waktu dekat, menunggu data inflasi dan tenaga kerja yang lebih jelas.
Kebijakan tarif AS juga menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi inflasi dan daya saing industri domestik. Bank sentral lain, seperti Bank of Canada dan Bank of Japan, juga menunjukkan sikap yang sama—berhati-hati menghadapi ketidakpastian global.
Inflasi PCE: Fokus Utama The Fed
Inflasi berdasarkan Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator utama yang digunakan The Fed, menunjukkan bahwa inflasi inti masih cukup tinggi, meskipun mulai melambat. Tren ini memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, namun masih terlalu dini untuk mengambil kebijakan pelonggaran moneter secara agresif.
Non-Farm Payroll: Pasar Tenaga Kerja Masih Solid
Data Non-Farm Payroll untuk April 2025 mencatat penambahan 177.000 pekerjaan—melampaui ekspektasi pasar. Ini memperkuat narasi bahwa meskipun ada indikasi perlambatan, pasar tenaga kerja masih relatif kuat. Tingkat pengangguran pun stabil di angka 4,2%.
PMI Manufaktur: Sektor Industri Mulai Bangkit
Indeks ISM Manufacturing PMI untuk bulan Juli tercatat di atas angka 50, yang menandakan ekspansi dalam sektor manufaktur AS. Output dan pesanan baru meningkat, meskipun tekanan harga masih ada. Tren serupa juga terlihat di Asia dan Eropa, memperkuat narasi pemulihan industri secara global.
Kesimpulan: Di Persimpangan Ekonomi Global
Kondisi ekonomi saat ini, baik di AS maupun global, mencerminkan ketidakseimbangan antara optimisme terhadap pemulihan dan kehati-hatian menghadapi risiko eksternal—terutama tarif dan geopolitik. Di satu sisi, inflasi mulai terkendali dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Namun di sisi lain, pertumbuhan global masih rapuh.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan ke Depan:
- Data Kunci: Perkembangan PCE dan Non-Farm Payroll akan menjadi acuan utama untuk membaca arah kebijakan The Fed.
- Suku Bunga: Setiap keputusan FOMC akan berdampak besar pada pasar global, mulai dari saham hingga mata uang.
- Kesiapan Bisnis: Perusahaan perlu tetap adaptif dalam menghadapi risiko tarif dan fluktuasi sektor manufaktur.
Dalam kondisi yang terus berubah ini, kewaspadaan dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci untuk menghadapi masa depan ekonomi global yang penuh tantangan, namun juga menyimpan banyak peluang.
📺 Tonton ulang YouTube Maxco Market Outlook edisi 28 Juli 2025!
Fokus Akhir Juli: Aset Apa yang Paling Membawa Hoki?
🔗 Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ql0R5yZk6Lc