...
MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

UN General Assembly 2026: Empat Pidato yang Berpotensi Menggerakkan Pasar Global

Maxco Futures – Pekan tingkat tinggi United Nations General Assembly (UNGA) ke-81 memasuki fase penting mulai 22 September 2026. Selain menjadi forum diplomasi global, rangkaian pidato para pemimpin negara kali ini berpotensi menjadi katalis bagi pasar keuangan, terutama ketika investor tengah mencermati arah kebijakan AS, prospek suku bunga global, pergerakan yen dan sterling, serta risiko geopolitik di Timur Tengah. General Debate berlangsung pada 22–26 September dan 28 September 2026.

Empat negara yang menjadi perhatian utama adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Iran. Keempatnya memiliki jalur transmisi yang berbeda terhadap pasar: AS melalui dolar dan Treasury, Jepang melalui yen dan Nikkei, Inggris melalui pound dan obligasi pemerintah, sementara Iran memiliki pengaruh terbesar melalui harga minyak, risiko geopolitik, inflasi global dan sentimen safe haven.

General Assembly

Amerika Serikat — Trump dan Arah Kebijakan Washington

Donald Trump dijadwalkan berbicara pada 22 September dalam sesi pagi General Debate, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Sesi tersebut berlangsung mulai 09.00–13.00 waktu New York, atau sekitar 20.00–00.00 WIB.

Pidato Trump menjadi salah satu agenda paling diperhatikan pasar karena berlangsung ketika hubungan Washington dengan Iran, isu energi dan perkembangan geopolitik menjadi perhatian utama investor. Trump juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin, termasuk pemimpin Jepang dan Inggris, serta pertemuan dengan para pemimpin negara Teluk terkait perkembangan Iran.

Implikasi pasar: perhatian utama akan berada pada bahasa yang digunakan Washington terkait Iran, keamanan energi, perdagangan dan hubungan internasional. Pernyataan yang mengindikasikan eskalasi geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar dan aset safe haven, sekaligus memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Sebaliknya, sinyal menuju diplomasi atau de-eskalasi dapat mengurangi premi risiko geopolitik dan berpotensi mendukung sentimen risk-on. Pasar minyak juga akan menjadi indikator penting karena perkembangan hubungan AS-Iran berhubungan langsung dengan risiko pasokan energi.

Inggris — Andy Burnham dan Sensitivitas GBP

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dijadwalkan berbicara pada sesi sore 22 September, bersama sejumlah pemimpin lainnya. Jadwal sesi tersebut berada pada 15.00–21.00 waktu New York, atau sekitar 02.00–08.00 WIB pada 23 September. Urutan dan waktu pasti masing-masing pidato dapat berubah.

Bagi pasar Inggris, perhatian tidak hanya tertuju pada isu geopolitik, tetapi juga bagaimana pemerintah memosisikan Inggris terhadap keamanan Eropa, perdagangan internasional dan hubungan dengan Amerika Serikat. Setiap indikasi mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal atau hubungan perdagangan dapat menjadi perhatian bagi GBP dan gilt.

Implikasi pasar: pound dapat merespons terutama apabila pidato pemerintah memberikan informasi baru mengenai kebijakan ekonomi atau hubungan Inggris dengan AS dan Eropa. Namun, dibandingkan pidato AS dan Iran, dampak langsung terhadap pasar energi global kemungkinan lebih terbatas kecuali terdapat pernyataan signifikan mengenai konflik atau keamanan energi.

Jepang — Sanae Takaichi dan Sensitivitas Yen

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan berbicara pada sesi sore 22 September. Jadwal awal menempatkan Jepang pada sesi yang sama dengan Inggris, meskipun agenda Jepang mengalami penyesuaian akibat perkembangan cuaca.

Bagi pasar Jepang, perhatian investor akan tertuju pada bagaimana Tokyo melihat keamanan regional, hubungan dengan AS dan China serta arah kebijakan ekonomi. Perkembangan geopolitik global juga dapat memengaruhi yen melalui perubahan arus safe haven dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Jepang.

Implikasi pasar: pernyataan yang meningkatkan ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap yen melalui fungsi safe haven. Sebaliknya, membaiknya sentimen global dapat mengurangi kebutuhan terhadap aset defensif. Pergerakan USD/JPY dan Nikkei Futures menjadi instrumen utama yang perlu diperhatikan selama dan setelah pidato Jepang.

Iran — Masoud Pezeshkian dan Risiko Terbesar bagi Minyak

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato pada 23 September. Iran menjadi salah satu agenda geopolitik paling sensitif dalam UNGA tahun ini karena hubungan Tehran-Washington dan konflik di kawasan masih menjadi sumber ketidakpastian bagi pasar energi.

Kehadiran delegasi Iran di New York sendiri menjadi perhatian karena Amerika Serikat memberikan izin kepada delegasi inti Iran untuk menghadiri High-Level Week, termasuk Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Pasar minyak akan menjadi indikator pertama terhadap perubahan ekspektasi. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa harga minyak naik ketika investor mengantisipasi kemungkinan kemajuan diplomatik AS-Iran, meskipun analis menilai volatilitas masih tinggi karena belum terdapat kepastian mengenai hasil pembicaraan.

Implikasi pasar: sinyal Iran mengenai kemungkinan negosiasi, akses energi dan keamanan kawasan dapat langsung tercermin pada harga WTI dan Brent. Jika pasar melihat peluang de-eskalasi meningkat, premi risiko minyak dapat berkurang. Sebaliknya, retorika yang mengindikasikan eskalasi dapat meningkatkan kembali premi geopolitik pada minyak dan emas.

Empat Pembicara, Empat Jalur Dampak Pasar

NegaraPembicaraJadwalFokus pasar utama
ASDonald Trump22 September 2026, sesi pagiUSD, Treasury, Gold, Oil, Wall Street
InggrisAndy Burnham22 September 2026, sesi soreGBP, Gilt, risk sentiment
JepangSanae Takaichi22 September 2026, sesi soreJPY, USD/JPY, Nikkei
IranMasoud Pezeshkian23 September 2026,WTI, Brent, Gold, USD, risk sentiment

Dengan demikian, UNGA 2026 bukan sekadar agenda diplomatik, tetapi juga menjadi rangkaian katalis yang dapat mengubah ekspektasi pasar dalam waktu singkat. Untuk trader, perhatian terbesar berada pada headline yang muncul selama pidato dan pertemuan bilateral, bukan hanya isi pidato formal. Khususnya pada hubungan Trump–Pezeshkian, setiap indikasi perubahan menuju negosiasi atau eskalasi dapat memengaruhi minyak, emas, dolar dan sentimen risiko secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat volatilitas berpotensi tetap tinggi sepanjang rangkaian High-Level Week.

Ade Yunus ST, WPA : Global Market Strategies

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.