Desember 2025 bisa menjadi salah satu momen paling krusial bagi pasar global dalam satu dekade terakhir. Presiden AS Donald J. Trump diperkirakan akan mengumumkan nama calon Ketua Federal Reserve berikutnya sebelum Natal — jauh sebelum masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ini sinyal perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat — dari era pengetatan panjang menuju siklus suku bunga rendah yang lebih agresif.
Dengan inflasi yang perlahan mereda, pertumbuhan ekonomi melandai, dan pasar tenaga kerja mulai melemah, pemilihan Ketua The Fed berikutnya akan menentukan apakah Amerika memasuki periode stimulus kebijakan moneter baru atau justru menjaga suku bunga tinggi lebih lama untuk menahan risiko inflasi kembali.
Dan nama-nama kandidatnya membawa visi yang sangat berbeda.
Daftar Kandidat: Dari Ekonom Geduna Putih hingga Gubernur The Fed
Lima nama telah masuk daftar pendek. Mereka berasal dari latar institusi berbeda: pemerintah, sektor swasta, hingga tokoh internal Federal Reserve System itu sendiri.
Kandidat Ketua The Fed
| Nama Kandidat | Posisi Saat Ini / Sebelumnya | Arah Kebijakan | Narasi Pasar | Peluang Menang |
|---|---|---|---|---|
| Kevin Hassett | Mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih | Dovish – mendukung pemangkasan suku bunga secara cepat | “Stimulus & pertumbuhan” | (Peluang tertinggi – warna merah tua) |
| Kevin Warsh | Mantan Gubernur Federal Reserve | Hawkish moderat | “Stabilitas moneter lebih penting” | (Peluang tinggi – warna merah) |
| Christopher Waller | Gubernur Federal Reserve Board | Pragmatis – bergantung pada data | “Tidak dovish, tetapi fleksibel” | (Peluang sedang – warna merah muda) |
| Michelle Bowman | Anggota Dewan dan regulator bank nasional | Hawkish | “Kebijakan yang mengutamakan perbankan” | (Peluang lebih rendah – merah muda terang) |
| Rick Rieder | CIO Fixed Income BlackRock | Dovish – berorientasi pasar | “The market insider” | (Peluang rendah–sedang – merah muda terang) |
Dinamika Politik & Ekonomi di Balik Nama
Trump telah lama mengkritik Jerome Powell karena menaikkan suku bunga terlalu cepat pada 2018–2019 — dan dianggap terlalu lambat menurunkan suku bunga dalam siklus terakhir.
Karena itu, analis melihat pemilihan Ketua Fed berikut lebih condong ke figur pro-pertumbuhan dan pro-pemangkasan suku bunga.
Jika nama Hassett diumumkan — pasar akan membacanya sebagai sinyal siklus pemangkasan suku bunga agresif.
Jika Warsh atau Bowman yang terpilih — pasar akan melihat keputusan ini sebagai penjagaan kredibilitas Fed terhadap inflasi.
Apa Artinya untuk Pasar Keuangan?
Investor global sedang menunggu satu hal Apakah The Fed 2026 akan menjadi Fed yang menurunkan suku bunga cepat — atau menahan ketat untuk menjaga inflasi?
Berikut potensi dampaknya:
| Aset | Jika Ketua Baru Dovish (Hassett/Rieder/Waller) | Jika Hawkish (Warsh/Bowman) |
| Yield Obligasi AS | Turun tajam | Naik lebih lanjut |
| Dollar Index (DXY) | Melemah | Menguat |
| Emas | Rally Potensial | Koreksi |
| S&P 500 / Nasdaq | Relief rally, Tech outperforms | Sideways atau koreksi |
| Crypto (BTC/ETH) | Sangat bullish | Netral-negatif |
Nama Bisa Berubah, Dampaknya Tidak
Pemilihan Ketua Federal Reserve bukan hanya soal jabatan — ini adalah soal arah kebijakan moneter AS selama empat tahun ke depan.
Jika pasar mendapat Kursi Dovish, 2026–2027 bisa menjadi era baru cheap money, stimulus fiskal, reli saham growth dan crypto.
Jika pasar mendapat Kursi Hawkish, The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama — demi mencegah inflasi spiral kembali.
Pengumuman ini bukan hanya keputusan politik — ini akan menggerakkan pasar global.
Investor, analis, dan bank sentral di seluruh dunia kini menunggu satu nama. Dan ketika nama itu diumumkan — pasar tidak hanya mendengar siapa yang dipilih. Pasar membaca kemana dunia bergerak.
Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies