Maxco.co.id – Jika anda seorang trader yang khususnya trading di pair emas atau xauusd, di tahun 2026 ini benar-benar banyak potensinya. Analoginya pair xauusd itu ibarat seperti lautan. Di satu sisi lautan itu luas, banyak ikannya (banyak potensi cuan). Di sisi lainnya, berbahaya jika tidak tau cara berlayar (trading asal-asalan). Untuk bisa berlayar di laut kita perlu berbagai tools. Tapi kali ini kita akan lebih spesifik membahas salah satu “tools” yang bisa digunakan traders yaitu pola candlestick buat “cari ikan” di laut (market) yang luas.

Seperti yang kita ketahui, pola candlestick dari dulu memang itu-itu saja. Bagi traders yang sudah cukup lama mungkin bisa paham di luar kepala. Tapi bagi traders baru, terlihat sulit dengan sekaligus berkomentar “oh ternyata pola candlestick itu banyak dan kompleks ya”. Jawabannya tidak sepenuhnya benar!
Jatuhnya Traders, Tenggelam Dalam Analisa Sendiri
Terkadang banyak traders yang jatuh itu bukan karena tidak bisa analisa pasar, melainkan justru tenggelam dengan analisanya sendiri. Dalam artian, biasanya trader, khususnya pemula itu menggunakan terlalu banyak indikator yang berujung bingung sendiri.

Misal, menurut indikator A analisanya up trend, dan dikonfirmasi juga oleh indikator B yang sama-sama naik. Tapi jika melihat indikator C dan D analisanya turun. Akan sangat sulit mengambil keputusan akhir jika sudah terlalu banyak faktor seperti itu.
Fokus ke Pola Candlestick Ini
Namun traders tidak perlu khawatir akan direpotkan dengan banyaknya indikator dan pola candlestick yang ada, karena kini kita hanya fokus ke dua bentuk candlestick saja yang sebenarnya sudah cukup powerfull apabila digunakan dalam area yang tepat. Simak terus artikel ini sampai akhir!
Sejarah Akan Berulang, Termasuk Pola Candlestick
Ada salah satu quotes yang pas di market yaitu “history repeats itself” atau sejarah akan terulang kembali. Dalam hal ini, kita bisa fokus ke momen yang tercatat di sebuah candle. Ibaratnya pola candlestick itu bagaikan psikologi pelaku pasar yang membeku didalam waktu.
Psikologi market dari dulu tidak berubah, ketika kebanyakan optimis terhadap suatu aset, maka candlestick yang terbentuk adalah bullish candle. Begitu juga sebaliknya ketika pasar sedang pesimis, maka candle bearish lah yang terbentuk.

Namun disini, kita akan lebih kerucutkan lagi hanya fokus pada dua candle saja. Ini bisa dijadikan sinyal awal yang bisa traders “notice” untuk bisa masuk market lebih presisi agar tidak ketinggalan momentum. Dua candle tersebut adalah doji, dan hammer.
Buyer dan Seller yang Sama Kuatnya
Candle doji membentuk ukuran yang biasanya paling kecil dari candle-candle lainnya. Kenapa paling kecil? karena di momen ini lah pelaku pasar dari kedua sisi itu sama-sama kuat. Tekanan buyer dan seller seimbang hingga menghimpit suatu candle.
Akhirnya yang terbentuk itu candle yang kecil sekali, bahkan harga open dan close itu bisa di kisaran harga yang sama dengan high dan low nya yang juga tidak terlalu jauh dari harga open dan closenya. Contohnya seperti ini :

Tapi perlu diingat, jika kita melihat candle doji ini jangan langsung entry ya traders, melainkan tetap perlu analisis dari faktor lainnya juga. Lebih bagus lagi jika traders melihat beberapa candle doji di area yang sama bukan hanya satu.

Ini yang traders bisa prioritaskan, lebih dari satu candle doji lebih baik daripada satu candle doji. Semakin banyak doji yang terbentuk, menunjukkan area tersebut valid. Apalagi jika terbentuk di key level yaitu support atau resistance.
Konfirmasi Kelanjutan Trendnya
Misalnya xauusd akhir-akhir ini terus menembus rekor tertingginya, jadi kita lebih prefer ambil posisi buy di key level dalam hal ini supportnya. Setelah dikonfirmasi oleh candle bullish setelah doji terbentuk di area tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa tren akan kembali lanjut naik. Contoh seperti ini :

Hammer Menunjukkan Perubahan Karakter
Candle hammer diambil dari bahasanya yaitu palu. Memang candle hammer ini sangat mudah di cari dari rentetan candle yang terbentuk. Tapi sekali lagi, bukan berarti kita entry di setiap candle hammer. Traders harus bisa filter mana hammer terbaik sebelum mengambil posisi di market.
Secara filosofis, hammer memiliki ekor yang artinya ada perubahan karakter dari sebelumnya didominasi oleh seller, pada akhirnya berubah ke buyer yang mendominasi. Bisa juga inverted hammer (hammer yang terbalik) berarti awal mula didominasi buyer berubah ke dominasi seller.

Hal ini penting untuk traders ketahui, karena kita bisa entry lebih awal saat pertama kali arah tren berubah. Tapi bukan perubahan tren besar yang dimaksud, melainkan kita fokus ke continuation dari trend sebelumnya setelah koreksi terjadi. Apabila kita menemukan candle hammer ini di key level yang tepat, maka bahkan dengan hanya bermodalkan candlestick saja, entry traders bisa lebih presisi.
Area Pullback Terbaik Secara Historis
Ada salah satu tools yang termasuk paling sering digunakan oleh traders, yaitu fibonacci retracement. Kita tidak akan fokus ke sejarah fibonacci, namun intinya perhitungan fibonacci ini sering ditemukan di alam. Bahkan sejak jaman dulu sudah digunakan juga di pasar keuangan.
Satu hal yang kita bisa yakini, untuk mengetahui area pembalikan arah terbaik itu bisa dilihat dari golden ratio fibonacci atau diantara level 0,5 dan 0,618. Dari situ kita simpulkan dari pembahasan di atas menjadi sebuah strategi yang bisa diuji oleh traders.
Kombinasikan Semuanya Agar Akurasi Tinggi
Kita kombinasikan semuanya, traders hanya fokuskan menemukan candle doji atau hammer saat terjadinya koreksi di level golden ratio fibonacci. Agar lebih jelas, jika trennya lagi naik, berarti kita tunggu trend tersebut koreksi (dalam hal ini harga bergerak turun).
Untuk mengetahui turunnya sampai mana kita bisa gunakan fibonacci yang ditarik dari level swing low ke swing high terdekat. Untuk entrynya apabila sudah di area golden ratio dan menemukan doji atau hammer, saat itulah kita ambil posisi buy. Contohnya seperti ini :

Begitu juga dengan sell, hanya saja yang membedakan penarikan fibonacci berarti dari swing high ke swing low terdekat. Lalu pola yang kita harus temukan itu di golden ratio adalah inverted hammer (palu terbalik) dan doji, baru traders bisa entry sell.
Kesimpulan
Sekali lagi traders tidak perlu merasa direpotkan dengan tersedia banyaknya indikator atau tools yang ada. Trading itu tidak ada rahasia yang gimana-gimana, kita hanya fokus di dua candlestick tadi dengan tools fibonacci saja sebenarnya sudah cukup untuk menganalisa market.
Selama konsisten, fokus dan jaga psikologi trading, maka hasilnya bisa maksimal. Apalagi jika diterapkan di market xauusd, khususnya di tahun 2026 ini sangat banyak peluang cuannya. Satu hal lagi, bagi yang baru mulai trading, traders boleh coba buka akun di Maxco dengan klik disini, dengan fitur lengkap untuk lebih memaksimalkan lagi potensi profitnya. Sampai berjumpa lagi di artikel selanjutnya!