...
MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

OPEC dan Risiko Pasokan Jadi Fokus: Bagaimana Fundamental WTI?

Maxco Futures – Pergerakan WTI memasuki akhir September dengan dinamika yang cukup kompleks. Di satu sisi, pasokan minyak dari Timur Tengah (OPEC) mulai kembali pulih, terutama setelah Arab Saudi kembali meningkatkan pengiriman melalui jalur alternatif. Di sisi lain, risiko geopolitik masih tinggi dan ketidakpastian terkait aliran minyak melalui kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.

Pada perdagangan 30 September, WTI berada di sekitar US$89,72 per barel, setelah sehari sebelumnya turun 2,7% ke US$88,73 Secara bulanan, WTI masih mencatat kenaikan sekitar 4%.  Secara umum, pasar minyak saat ini masih berada dalam tarik-menarik antara perbaikan pasokan dan risiko gangguan pasokan baru.

1. Pasokan Timur Tengah Mulai Kembali Normal

Salah satu perkembangan penting beberapa hari terakhir adalah meningkatnya kembali ekspor minyak dari kawasan Teluk. Arab Saudi telah kembali melakukan pengiriman melalui East-West Pipeline dan pelabuhan Yanbu setelah sebelumnya mengalami gangguan. Pemulihan tersebut membuat aliran minyak dari kawasan Teluk meningkat cukup signifikan.

Reuters melaporkan ekspor minyak kawasan Timur Tengah pada September telah mencapai sekitar 16,3 juta barel per hari, level tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari.  Dari sisi fundamental, perkembangan ini cenderung memberikan tekanan terhadap harga karena semakin banyak minyak yang kembali masuk ke pasar. Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko pasokan. Jalur pengiriman dan aktivitas tanker masih menghadapi risiko keamanan, sementara kapasitas beberapa jalur alternatif juga memiliki keterbatasan.

2. IEA Masih Melihat Pasar dalam Kondisi Ketat

International Energy Agency (IEA) dalam laporan September memperkirakan produksi minyak global turun 5,7 juta barel per hari pada 2026 menjadi rata-rata 100,7 juta barel per hari. IEA juga memperkirakan permintaan minyak global turun 2,5 juta barel per hari tahun ini, terutama karena gangguan pasokan dan tingginya harga energi mulai menekan konsumsi.

Yang menarik adalah kondisi persediaan global. Dimana menurut IEA, persediaan minyak global terpantau turun sekitar 95 juta barel pada Agustus, sehingga total penurunan sejak Februari mencapai sekitar 507 juta barel.  Ini menjadi salah satu faktor yang masih memberikan dasar fundamental bagi harga minyak. Dengan kata lain, meskipun pasokan mulai pulih, buffer persediaan global belum kembali ke kondisi normal.

OPEC dan Risiko Pasokan Jadi Fokus: Bagaimana Fundamental WTI?

3. OPEC+ Masih Menjaga Produksi

Dari sisi OPEC+, tujuh negara yang sebelumnya melakukan penyesuaian produksi sukarela — Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman — pada 6 September memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi September untuk Oktober 2026.

Pertemuan OPEC berikutnya dijadwalkan pada 4 Oktober 2026.  Keputusan ini penting karena pasar akan kembali memperhatikan apakah OPEC+ mempertahankan pendekatan yang sama atau melakukan perubahan produksi ketika memasuki kuartal terakhir tahun ini. Untuk WTI, kebijakan produksi OPEC+ akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan seberapa cepat keseimbangan supply-demand kembali terbentuk.

4. Persediaan AS Menjadi Faktor Penting

Dari sisi Amerika Serikat, data persediaan juga memberikan gambaran yang cukup menarik. Data EIA untuk pekan yang berakhir 18 September menunjukkan commercial crude oil inventories naik menjadi sekitar 426,4 juta barel, dari 423,4 juta barel pada pekan sebelumnya. Cushing juga meningkat menjadi sekitar 23,75 juta barel.  Kenaikan stok tersebut menjadi faktor yang dapat membatasi kenaikan WTI karena menunjukkan adanya tambahan pasokan di pasar domestik AS.

Namun, kondisi produk olahan masih relatif ketat. Pada periode yang sama, persediaan gasoline berada sekitar 6% di bawah rata-rata lima tahun, sedangkan distillate sekitar 12% di bawah rata-rata lima tahun.  Jadi, gambaran pasar AS tidak sepenuhnya bearish.

“Crude inventory meningkat, tetapi persediaan produk olahan masih relatif rendah.”

5. Geopolitik Tetap Menjadi Penggerak Utama

Untuk saat ini, faktor geopolitik masih menjadi variabel yang paling sulit diukur. Ketidakpastian terkait hubungan AS-Iran dan keamanan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah masih membuat pasar memberikan risk premium terhadap harga minyak. Di sisi lain, pemulihan ekspor dari negara-negara Teluk mulai mengurangi sebagian tekanan tersebut.

Inilah yang menjelaskan mengapa harga WTI beberapa hari terakhir bergerak cukup volatil. Ketika muncul berita mengenai pemulihan pasokan, harga dapat terkoreksi. Sebaliknya, ketika risiko gangguan kembali meningkat, pasar kembali memasukkan premi risiko ke dalam harga.

IEA juga mencatat bahwa gangguan di Timur Tengah telah membuat pasar minyak masuk dalam kondisi yang jauh lebih ketat, dengan backwardation yang sempat mencapai level ekstrem.

6. Faktor USD dan Suku Bunga Tetap Perlu Diperhatikan

Selain supply-demand minyak, WTI juga sensitif terhadap perkembangan USD dan pasar obligasi AS. nPada September, kenaikan yield Treasury AS dan penguatan dolar menjadi faktor yang dapat membatasi kenaikan komoditas yang dihargai dalam USD. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun sempat mendekati level tertinggi sejak 2007, sementara dolar AS juga menguat sekitar 2% sepanjang bulan.

Namun, pengaruh tersebut saat ini berhadapan dengan faktor fundamental minyak yang cukup kuat, terutama risiko pasokan dari Timur Tengah. Karena itu, pergerakan WTI tidak bisa hanya dilihat dari sisi USD.

Gambaran Fundamental WTI

FaktorKondisiDampak ke WTI
Pasokan Timur TengahMulai pulihMenekan harga
Risiko geopolitikMasih tinggiMendukung harga
Persediaan crude ASMeningkatMenekan harga
Produk olahan ASMasih relatif rendahMendukung harga
Persediaan globalTurun signifikanMendukung harga
OPEC+Produksi Oktober dipertahankanCenderung mendukung
USD & Treasury yieldRelatif kuat/tinggiMenjadi tekanan tambahan

Secara fundamental, WTI masih berada dalam kondisi yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan supply-demand dan geopolitik.

Pemulihan ekspor Timur Tengah mulai memberikan tekanan terhadap harga, sementara kenaikan persediaan crude AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Namun, kondisi tersebut masih berhadapan dengan persediaan global yang telah turun signifikan, stok produk olahan AS yang relatif rendah, serta risiko gangguan pasokan yang belum sepenuhnya hilang. Dengan WTI berada di sekitar US$89–90 per barel, pasar saat ini tampaknya sedang mencari keseimbangan baru setelah volatilitas besar yang terjadi sepanjang beberapa bulan terakhir.

Untuk sesi berikutnya, perhatian fundamental dapat difokuskan pada tiga hal:

  1. Data persediaan minyak AS
    Apakah crude inventory kembali meningkat atau mulai mengalami penurunan.
  2. Pemulihan ekspor Timur Tengah
    Semakin normal aliran minyak, semakin besar potensi tekanan terhadap harga.
  3. Perkembangan geopolitik dan OPEC+
    Setiap gangguan baru terhadap supply atau perubahan kebijakan produksi dapat kembali meningkatkan volatilitas WTI.

Jadi, fundamental WTI saat ini belum berada pada cerita satu arah. Pasar masih menimbang antara membaiknya pasokan di satu sisi dan risiko gangguan pasokan serta rendahnya buffer persediaan di sisi lain.

7. Analisa Teknika – Oil Bergerak Mendekati Demand Zone

WTI mencatatkan harga terendah harian sementara di level 88.54 pada perdaganan Sesi Asia hari ini. Penulis masih melihat bias penurunan terbatas mendekati level area 83.90 – 85.50 yang di prediksi menjadi area minat beli intradaya. Sementara itu penurunan lanjutan yang di jadikan batasan resiko di prediksi berada di level 81.70 dimana jjka harga mampu melewati level area ini harga berpotensi membuka ruang penurunan lanjutan mendekati level 78.30, 74.10. Sementara itu potensi kenaikan harga di prediksi menguji level level resitance intradaynya yakni 90.81, 91.78, 94.62, 95.68, 96.73 dan jika harga kembali break di atas 96.73 harga di prediksi berpotensi membuak ruang kenaikan mendekati level 101 dan 103.7

Ade Yunus ST, WPA : Global Market Strategies

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.