MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Dolar Menguat Tajam, Pasar Global Bergejolak: Minyak Melonjak, Emas Terkoreksi, Investor Beralih ke Safe Haven

Maxco Futures – Gelombang volatilitas kembali menyapu pasar keuangan global. Penguatan tajam dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menciptakan kombinasi yang mendorong pergeseran besar arus modal dunia.

Indeks dolar AS yang tercermin pada U.S. Dollar Index melonjak +1,29% dan menyentuh level tertinggi dalam 3,25 bulan. Reli ini dipicu oleh kenaikan harga minyak ke level tertinggi 8,5 bulan, yang mendorong ekspektasi inflasi kembali menguat. Konsekuensinya, pasar mulai memangkas proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed. Jika pekan lalu pelaku pasar memperkirakan pemangkasan hingga 60 bps tahun ini, kini ekspektasi tersebut turun menjadi sekitar 37 bps. Bahkan, peluang pemangkasan pada pertemuan Maret nyaris tertutup.

Pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve turut mempertegas sikap hati-hati bank sentral. Inflasi dinilai masih terlalu tinggi untuk memberi ruang kebijakan yang agresif. (Kebijakan moneter The Fed dapat diakses melalui: https://www.federalreserve.gov/monetarypolicy.htm

Dolar Menguat Tajam, Pasar Global Bergejolak: Minyak Melonjak, Emas Terkoreksi, Investor Beralih ke Safe Haven

Secara teknikal pola kenaikan Indeks dollar di prediksi terbtasa pada level 99.40  – 99.50 dengan potensi koreksi penurunan mendekati level 98.40 dan  97.90 yang merupakan level support pada pergerakan Intraday H4. Dengan rentang yang masih terbuka lebar Major Currency nampaknya masih bisa membuka ruang pergerkan harga yang cukup luas terhadap USD.

Euro Tertekan, Energi Jadi Ancaman Baru

Penguatan dolar langsung menekan pasangan EUR/USD yang anjlok -1,30% ke level terendah 3,25 bulan. Tekanan terhadap euro tidak hanya datang dari sisi dolar, tetapi juga dari dalam kawasan Eropa sendiri.

Harga gas alam Eropa melonjak sekitar 24% ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi sekaligus memicu tekanan inflasi baru di Zona Euro. Meski data inflasi Februari tercatat lebih tinggi dari perkiraan (CPI 1,9% y/y dan core 2,4% y/y), sentimen pasar tetap berhati-hati karena risiko stagflasi membayangi.

Pasar swap bahkan hanya memberikan probabilitas sekitar 1% untuk pemangkasan suku bunga oleh European Central Bank pada pertemuan berikutnya—menandakan ekspektasi kebijakan yang relatif stabil namun penuh kewaspadaan.

Yen Melemah, Tapi Tak Sepenuhnya Tersungkur

Sementara itu, USD/JPY naik +0,27%, mendorong yen ke posisi terlemah dalam lima minggu. Jepang sebagai importir energi utama sangat sensitif terhadap kenaikan harga minyak, sehingga lonjakan harga crude menjadi sentimen negatif bagi yen.

Data domestik turut menambah tekanan: tingkat pengangguran Jepang naik ke 2,7%, sedikit di atas ekspektasi. Namun pelemahan yen tidak berlangsung liar. Belanja modal kuartal IV yang tumbuh +7,3% y/y menunjukkan fondasi investasi yang kuat, sementara penurunan tajam indeks saham Jepang memicu sebagian permintaan safe haven terhadap yen.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan masih terbatas dalam waktu dekat, meski arah kebijakan jangka panjang cenderung menuju normalisasi bertahap.

Emas & Perak Terpukul, Tapi Fundamental Masih Menopang

Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, harga emas justru mengalami koreksi tajam. Kontrak April di COMEX turun lebih dari 5%, sementara perak merosot lebih dalam.Sementara Gold di pasar spot mencetak harga terendah di levek 4997 yang merupakan levelk psikologis harga

Penguatan dolar dan lonjakan imbal hasil obligasi global menjadi faktor utama tekanan. Selain itu, aksi jual saham global memaksa investor melepas posisi emas untuk menutup margin call.

Namun dari sisi fundamental, dukungan terhadap logam mulia belum sepenuhnya hilang. Ketegangan di Iran, Ukraina, dan Timur Tengah terus menjaga permintaan safe haven. Bank sentral, khususnya PBOC Tiongkok, kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-15 berturut-turut. Kepemilikan ETF emas juga sempat mencapai level tertinggi 3,5 tahun sebelum terjadi aksi ambil untung.

Benang Merah Pasar: Inflasi, Energi, dan Suku Bunga

Pasar saat ini berada pada titik persimpangan. Lonjakan energi memperbesar risiko inflasi global, yang pada akhirnya memperlambat pelonggaran moneter. Dolar diuntungkan oleh kondisi ini, sementara mata uang utama lain dan aset berisiko berada di bawah tekanan.

Namun prospek jangka menengah tetap dinamis. Untuk 2026, pasar memperkirakan The Fed masih akan memangkas suku bunga secara bertahap, sementara Jepang berpotensi menaikkan suku bunga dan Eropa cenderung stabil. Divergensi kebijakan inilah yang akan menjadi tema besar berikutnya.

Ade Yunus, ST WPA

Global Market Strategies

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.