MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

USD/JPY Perpanjang Reli Seiring Rebound Dolar AS, Pasar Menanti Data Ekonomi AS

Maxco Futures  – Pasangan USD/JPY melanjutkan tren penguatan untuk hari ketiga berturut-turut, bergerak mendekati area 156,00, didukung oleh rebound Dolar AS yang kembali menguat menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat. Penguatan ini mencerminkan kembalinya sentimen pro-dolar di tengah meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter AS yang relatif lebih ketat dibanding Jepang.

Dolar AS memperoleh dukungan setelah data PMI Manufaktur AS Januari menunjukkan ekspansi yang lebih kuat dari perkiraan, menandakan ketahanan sektor riil di tengah suku bunga tinggi. Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan politik moneter, menyusul pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve, yang dipersepsikan pasar sebagai figur dengan kecenderungan hawkish terhadap inflasi.

USD/JPY Perpanjang Reli Seiring Rebound Dolar AS, Pasar Menanti Data Ekonomi AS

Sejalan dengan itu, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak mendekati level tertinggi mingguan, memperkuat tekanan pada mata uang safe haven seperti Yen Jepang. Kenaikan imbal hasil obligasi AS turut memperlebar diferensial yield AS–Jepang, faktor utama yang secara struktural masih mendukung tren bullish USD/JPY.

Di sisi Jepang, Yen tetap berada di bawah tekanan meskipun ringkasan opini Bank of Japan (BoJ) menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan masih membuka ruang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Namun, pasar menilai langkah normalisasi BoJ akan tetap bersifat bertahap dan jauh lebih lambat dibanding siklus kebijakan The Fed, sehingga dampaknya terhadap Yen masih terbatas dalam jangka pendek.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS berikutnya, khususnya ADP Employment Change dan ISM Services PMI, yang akan menjadi penentu arah lanjutan Dolar AS. Data yang solid berpotensi memperkuat narasi ketahanan ekonomi AS dan mempertahankan tekanan naik pada USD/JPY, sementara kejutan negatif dapat memicu koreksi teknikal jangka pendek.

Secara teknikal JPY masih tetap berpotensi mengalamipelemahan terhadap USD. Intraday H4 menujukkan potensi kenaikan lanjutan mendekati level Fibonacci di area 156.50/65 pada pergeralkan penurunan sebelumnya sekaligus mendekati level area supply pada level 157.00. Sementara itu level market risk berada di level 158.05/35 yang merupakan level Resistance area

Di sisi lain, diferensial suku bunga dan yield masih jelas berpihak pada Amerika Serikat, sehingga bias USD/JPY tetap cenderung bullish. Namun, risiko volatilitas diperkirakan meningkat dalam waktu dekat, terutama menjelang rilis data pasar tenaga kerja AS serta munculnya sinyal kebijakan lanjutan dari Federal Reserve.

Sementara itu, ekspektasi pengetatan kebijakan Bank of Japan (BOJ) masih terbuka pada 2026, dengan pasar memperkirakan hingga dua kali kenaikan suku bunga. Di saat yang sama, The Fed masih dipandang memiliki ruang untuk memangkas suku bunga hingga dua kali pada 2026. Kombinasi kebijakan yang berlawanan ini menopang prospek penguatan yen Jepang (JPY) terhadap dolar AS (USD) dalam jangka menengah, meskipun tekanan jangka pendek dari diferensial yield masih membatasi apresiasi JPY.

Ade Yunus, ST WPA

Global Market Strategies

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.