MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Strategi Scalping Forex Simple Menghadapi Market Yang Semakin Tidak Menentu!

Maxco.co.id – Sebelum kita mulai mempelajari strategi scalping forex yang tepat untuk menghadapi tahun 2026 yang semakin tidak menentu, lebih bagus traders pahami analogi ini dulu. 

Strategi Scalping Forex Simple Menghadapi Market Yang Semakin Tidak Menentu!

Bayangkan jaman dahulu ketika awal mula perkembangan teknologi belum seperti sekarang ini, apabila kita pergi ke kota lain, kita perlu beli peta kertas yang biasanya dijual oleh pedagang asongan di lampu merah untuk memudahkan navigasi ke tujuan. Tapi makin kesini jaman semakin canggih, strategi kita jika ingin ke kota lain, cukup buka smartphone dan cari di kotak pencarian apa yang ingin kita tuju, sesimpel itu.

Perkembangan AI di Financial Market

Nah begitu juga perkembangan di dunia pasar keuangan, seperti contoh forex atau komoditi. Dulu AI (artificial intelligence) belum secanggih sekarang atau bahkan belum ada. Sekarang pelaku pasar besar seperti institusi, tentu punya tools canggih berbasis AI untuk mengeksekusi transaksinya. Sehingga secara keseluruhan dari sisi perilaku di market bisa berubah, yang dampaknya berantai, bisa berpengaruh juga ke volatilitas harga yang tercermin di chart suatu aset.

Perubahan Volatilitas XAUUSD Saat Ini

Salah satu aset yang sangat terlihat perubahannya adalah emas dengan kode XAUUSD yang biasa ditemukan di kalangan trader forex dan komoditi. Emas mengalami kenaikan luar biasa tinggi kira-kira lebih dari 70% di tahun ini. Artinya volatilitas pasar emas global let’s say pada tahun 2020 tentu sangat jauh berbeda dengan tahun 2025 ini atau di tahun 2026 mendatang.

Titik ekstrimnya, range harga harian pada tahun 2020, di tahun 2025 paling ini bisa dicapai hanya dalam waktu beberapa menit saja. Jadi kita as a trader perlu punya sifat fleksibel layaknya market yang semakin dinamis. Pertanyaan selanjutnya, strategi scalping seperti apa yang pas untuk tetap bisa cari cuan di market yang semakin tidak menentu? simak artikel ini sampai habis ya traders!

Strategi Scalping Forex Terbaik Itu Gimana?

Strategi scalping forex terbaik atau di aset apapun bukan lah strategi yang paling kompleks. Tapi yang paling jelas rulesnya. Artinya tau kapan entry, tau kapan harus keluar dari pasar, dan tau kapan bisa lebih agresif jika diperlukan.

Tentu yang paling penting itu fokus ke hal yang bisa traders kendalikan yaitu level entry, stop loss, dan take profit dan juga menerima dan menyadari ada hal yang tidak bisa kita kendalikan yaitu pergerakan market. Karena faktanya banyak traders yang tidak menyadari, atau tidak bisa menerima ketika market tidak sesuai analisa dan terjadi kerugian.

Selain itu juga meskipun style-nya itu scalping di market, tapi bukan berarti entry dan close secara asal-asalan secara cepat ketika market lagi hectic. Tapi tetap ikuti rules yang sudah dibuat, ibaratnya kita sebagai pemburu harus benar-benar sabar menunggu momen buruan hingga masuk ke area tembak yang tidak bisa dihindari, agar mendapatkan posisi yang ideal dengan akurasi tinggi.

Teknik Scalping Mudah Yang Bisa Langsung Dipraktekkan

Sekarang untuk eksekusi setiap transaksi kita membutuhkan rules tradingnya, ini hanya sebagai gambaran saja ya traders. Apabila sekiranya ada modifikasi metode yang lebih cocok dengan gaya masing-masing juga boleh. Sebelum ke step by stepnya, time frame yang digunakan bisa fokus di time frame kecil, mulai dari M1, M5, hingga maksimal M15.

1. Follow Trend

Tentunya kita mengikuti prinsip trading yang optimal pada umumnya yaitu mengikuti arah trend dari “pemain besar”. Analogi yang pas, traders bisa dikatakan mirip ikan remora. Menariknya ikan ini ngikutin ikan hiu dan hanya makan sisa-sisa yang dimakan oleh ikan hiu tersebut. Bahkan tidak menjadi ikan hiu (institusi) pun, perut tetap bisa kenyang atau tetap bisa “cuan” selama kita ikuti arah trend tradingnya institusi tersebut.

Untuk follow trend, kita bisa gunakan indikator bawaan platform metatrader yang sekiranya cocok traders gunakan. Misal exponential moving average, atau williams alligator, atau indikator trend apapun dengan settingan standard. Untuk langkah awal ini yang penting kita punya rules yang jelas untuk menentukan arah trend naik atau turun.

2. Area Fair Value Gap

Setelah kita tau arah trend naik atau turun, kita bisa lanjutkan cari area yang bahasa kerennya itu “fair value gap” atau celah area yang terbentuk dari 3 formasi candle dan memiliki celah diantara candle pertama dan ketiga seperti ini.

Sebenarnya area fair value gap ini hanya nama lain dari istilah yang sudah ada. Ada yang menyebut area FVG ini adalah area imbalance, atau ada yang menyebut unfilled order. Intinya secara teori teknikal, area FVG ini adalah jejak ordernya institusi. Kita tinggal tunggu harga masuk ke area FVG tersebut sebelum entry.

3. Price Action dengan Chart atau Candlestick Pattern

Nah step selanjutnya setelah kita gunakan kedua poin diatas tadi, tinggal eksekusinya bisa gunakan price action. Bisa dilihat dari pergerakan harga yang ditunjukkan oleh chart atau candlestick pattern. 

Misalnya di area FVG tadi kita incar posisi buy, maka kita harus cari sinyal rejection dari chart pattern, seperti inverse head and shoulders atau untuk candlestick pattern-nya seperti pola hammer.

4. Sentuhan Khusus Strategi Scalping

Ada satu konsep dari strategi teknikal yang menarik untuk digunakan oleh traders. Konsep ini adalah “liquidity sweep”. Jaman dulu ini mirip dengan konsep false breakout, tapi sekarang lebih bervariasi lagi dengan banyak penamaannya. 

Intinya kita entry di area para big player melakukan sapuan dari stop loss-nya para retail trader. Secara teknikal, kita tinggal cari area yang memiliki banyak wick atau minimal dua wick. Lebih bagus lagi jika disekitarnya ada area FVG tadi. 

Lalu ada satu lagi indikator bernama average true range (ATR), yang bertujuan untuk melihat rata-rata rentang pergerakan harga. Bisa juga untuk menentukan target ataupun stop loss agar lebih objektif tidak terlalu jauh atau terlalu dekat. Misalnya untuk stop loss 2x ATR, sedangkan targetnya di 3x ATR-nya, dst.

5. Mindset, Disiplin, dan Konsistensi

Terakhir tentunya mindset yang tepat bisa sangat menentukan hasil akhirnya. Tapi tidak hanya sekedar mindset saja, semua yang sudah di planing-kan dari awal harus dieksekusi secara disiplin dan konsisten. 

Jika eksekusi transaksinya tidak konsisten, lebih ke tunggu mood bagus dulu baru entry, maka hasilnya tidak akan optimal. Strategi bisa saja sama dengan orang lain, tapi jika eksekusinya berbeda maka hasilnya akan jauh berbeda juga. Jadi poin ini pun adalah poin yang sangat penting yang harus dimiliki oleh traders.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, metode scalping apapun tidak ada yang jelek, semuanya bagus. Tinggal masalah kecocokan saja dengan style traders masing-masing. Poin penting terakhir untuk menghadapi market di kondisi apapun termasuk di tahun 2026 nanti adalah “resilient” atau tahan banting. 

Adakalanya kita menghadapi drawdown besar walaupun kita sudah seperfect itu mengeksekusi transaksinya. Memang begitulah trading, selama kita bisa atur money managementnya hal tersebut bisa dilalui dan kembali profit. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.