Maxco.co.id – Tak terasa kita sudah menginjak tahun 2026. Di pasar keuangan global saat ini tentunya tidak akan kalah seru dengan tahun 2025 lalu. Walaupun 2025 kemarin adalah tahun yang berkesan, apalagi jika melihat aset seperti emas yang naiknya luar biasa gemilang, tapi di tahun ini masih banyak menyimpan potensi cuan didalamnya. Artikel akan membahas seberapa besar potensi di pasar keuangan saat ini khususnya kita akan prediksi harga emas 2026 dengan segala faktor pendukungnya. Simak artikel ini sampai akhir ya traders!
Volatilitas Emas Saat Ini
Seiring cepatnya perkembangan informasi memberikan dampak positif sekaligus negatifnya juga. Jika kita melihat masalah utama traders saat ini adalah kita terlalu disuguhkan banyak informasi yang terlalu cepat.

Ibaratnya, satu informasi belum dicerna, sudah ditimpa lagi dengan informasi lain yang sama-sama heboh. Dampaknya langsungnya kita bisa lihat sendiri di pasar keuangan. Khususnya aset emas, dimana volatilitasnya luar biasa “kencang” serasa naik roller coaster.
Untuk itulah kita perlu yang namanya “filter” agar informasi yang didapat bisa kita maksimalkan untuk dijadikan peluang keuntungan. Filter yang dimaksud adalah, kita hanya perlu fokus ke hal-hal besar dan berpegang teguh terhadap apa yang kita yakini dan tentunya akan dibahas sesaat lagi.
Kejutan Di Awal Tahun dari Trump
Trump mengejutkan dunia di awal tahun 2026 ini dengan menangkap presiden Venezuela, Maduro dan Istrinya. Trump menangkap Maduro yang “katanya” terlibat dengan jaringan narkoba besar. Pertanyaannya apakah ini suatu alasan yang dibuat-buat? Meski tidak ada jawaban yang pasti, tapi traders perlu pahami faktanya dulu.
Venezuela adalah negara produsen oil terbesar di dunia saat ini. Dengan cadangan oil lebih dari 300 Miliar barel, sekitar 17-18% dari cadangan global. Venezuela bisa memproduksi rata-rata di kisaran 1 juta barel per hari.

Dengan mengetahui fakta tersebut, terlihat alasan tadi mungkin hanya akal-akalan AS untuk menguasai oil venezuela, agar tidak kalah saing dengan Rusia dan China. Tentunya menambah ketidakpastian di pasar saat ini.
Setelah Venezuela, Kini Kuba Di Tekan AS
Setelah Venezuela jatuh, Trump tidak puas sampai disini saja. Sekarang Trump lagi “rusuhin” Kuba untuk memaksa memberhentikan aliran oil-nya Venezuela. Terlihat AS benar-benar ingin menguasai oil Venezuela tanpa ada yang “membocorkan” oil tersebut jika didistribusikan ke negara lain.
Padahal Kuba negara merdeka dan juga independen. Presidennya berkomentar tentu AS tidak bisa menguasai dan mengatur-atur hingga melakukan kecaman seperti itu. Kuba punya hak untuk bebas mendistribusikan sumber daya dalam negeri ke negara manapun yang sepakat bekerja sama, termasuk oil yang didapatkan dari Venezuela. Tentunya Presiden Kuba berpotensi melawan balik untuk membela negaranya.
Memanasnya Geopolitik di Timur Tengah
Saat ini di Iran sedang terjadi krisis ekonomi. Penyebabnya tentu salah satunya dari konflik geopolitik yang tidak kunjung usai. Hal ini tentu bisa berdampak kemana-mana termasuk ke perekonomian di dalam negeri.

Apalagi krisis yang terjadi sekarang juga sudah dialami secara langsung oleh warga disana. Hingga para warganya membuat aksi protes besar-besaran terhadap pemerintahannya saat ini. Bahkan aksi protes tersebut menjatuhkan ratusan korban.
Pemerintahan Iran Terancam Dijatuhkan AS
Saat itu lah Amerika masuk, dengan dalih melindungi para demonstran, AS sampai mengancam akan serang Iran untuk meruntuhkan rezim disana. AS bertindak memanfaatkan situasi kerusuhan di dalam negeri tersebut untuk sekalian “menjatuhkan” Iran ketika kondisi lagi “chaos”. Di sisi lain, pihak pemerintah Iran sendiri menduga, AS menghasut kerusuhan yang terjadi hingga semakin parah.
Tentunya pihak Iran tidak tinggal diam, mereka mengancam balik, jika AS bertindak sampai melakukan serangan, Iran akan menyerang Israel dan AS sekaligus. Jadi situasi di Timur Tengah saat ini masih belum kondusif yang menambah ketidakpastian.
AS Ingin Menguasai Wilayah Greenland
Lagi-lagi ulah Trump, ia juga ingin mengambil wilayah Greenland dengan alasan keamanan. Trump bahkan ancam akan melakukan aksi keras dengan militernya untuk menguasai wilayah Greenland yang saat ini milik Denmark.

Trump ketakutan sendiri, hingga mengatakan suatu saat jika wilayah Greenland tidak dikuasai AS, antara Rusia atau China yang akan mengambil alih Greenland. Jadi alasan yang dibuat-buat seperti itulah yang saat ini membuat Trump “senggol” banyak negara termasuk Denmark.
AS Sedang Mempertahankan Status Dolar Sekarang
Jika ditarik benang merahnya, saat ini AS ingin menunjukan taring kepada dunia soal kekuatannya. AS tetap ingin “mendominasi” dunia, dalam hal ini, ingin mempertahankan dolar sebagai mata uang utama dunia.
Kondisi Dolar AS sendiri sejauh ini sudah banyak negara yang meninggalkan transaksi menggunakan usd atau istilahnya dedolarisasi. Banyak negara sudah tidak percaya dengan dolar, salah satu contohnya aliansi BRICS.
China bahkan menjual besar-besaran obligasi pemerintah AS (Bonds) dan membeli emas dalam jumlah besar. Bahkan ketika harga emas saat ini terbilang sangat tinggi hingga terus mencetak rekor sepanjang masa, bank sentral China terus memborong emas. Ini merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap dolar di level negara-negara besar dunia sekalipun.
Kondisi Perekonomian AS, dan Drama The Fed Saat Ini
Ditambah juga kondisi perekonomian AS saat ini masih belum begitu baik. Salah satunya bisa tercermin dari data pasar tenaga kerja diluar pertanian (US NFP) yang turun di bawah perkiraan pasar. Intinya dari data NFP tersebut pasar tenaga kerja AS masih lesu. Dampaknya tentu ke perekonomian AS secara keseluruhan.
Selain dari kondisi perekonomian, ada salah satu “drama” menarik dari sisi Bank Sentral AS (The Fed) saat ini. Ketua The Fed, Jerome Powell dituduh melakukan tindakan yang melanggar hukum (korupsi).

Kita tahu sendiri bahwa Trump berulang kali menekan Powell terkait kebijakan suku bunga yang tidak dipangkas secara agresif. Apakah ini hanya akal-akalan dari orangnya Trump saja?. Hal ini membuat sentimen independensi The Fed dipertanyakan.
The Fed seharusnya netral terkait kebijakan suku bunga, tidak boleh diintervensi bahkan oleh Trump sekalipun. Jadi secara keseluruhan memberikan dampak pelemahan terhadap mata uangnya yaitu Dolar.
Prediksi Emas di Tahun 2026
Dari semua situasi dan kondisi yang sudah dibahas tadi, kita bisa simpulkan bahwa emas sangat besar potensinya untuk terus menguat. Masih di awal tahun saja emas sudah mencetak rekor kembali di atas $4600 per troy ons. saat ini emas bergerak di kisaran harga tertingginya tersebut. Para analis dari bank besar dunia perkirakan, di paruh pertama tahun ini emas bisa terus menguat ke kisaran harga $5000 per troy ons.
Prediksi Emas dari Sisi Teknikal
Secara teknikal pun sejalan, kita bisa melihat arah trennya sekarang benar-benar bullish jika dilihat dari Timeframe H4. Jika menggunakan fibonacci, ada potensi koreksi ke area golden rationya di sekitar support di kisaran 4560.

Target terdekat yaitu harga tertinggi saat ini di kisaran 4634. Target selanjutnya bisa di level fibo 1.618 kisaran harga 4770 sebelum ke $5000 per troy onsnya. Itulah prediksi emas 2026, potensi kenaikannya masih sangat besar. Mau coba trading emas sekarang juga? Pastikan kamu trading di Broker Resmi dan terpercaya. Yuk Buka Akun Demo sekarang, dan mulai perjalanan trading kamu bersama Maxco!