Maxco.co.id – Pertanyaan keramat soal kapan emas turun rasanya jadi doa harian para pasangan yang mau nikah di tahun ini. Gimana nggak pusing, harga emas lagi “kesurupan” tembus rekor tertinggi sepanjang masa bahkan mencapai kisaran $5.000 per troy ounce.
Buat yang udah punya emas sih senyumnya lebar sampai telinga, tapi untuk yang baru mau beli mahar? Rasanya pengen gadai ginjal aja saking mahalnya.
Padahal kalau dipikir pakai logika emas itu “aset malas”. Dia nggak beranak pinak, nggak kasih dividen, dan nggak bisa dimakan pas lapar. Produksinya juga nambah terus sekitar 3.500 ton tiap tahun. Harusnya kalau barang makin banyak, harga turun dong? Tapi ini malah naik gila-gilaan.
Tapi sejarah membuktikan bahwa emas tidak selamanya berkilau dan ada masanya dia jadi aset rongsokan yang bikin investornya nyangkut bertahun-tahun. Artikel ini akan menambah wawasan kalian dengan data historis kapan saja emas pernah hancur lebur harganya.
Alasan Si Kuning Ini Mahal Banget Padahal Tiap Hari Ditambang

Sebelum kita mengharapkan harga emas turun, kita harus tahu dulu kenapa emas naik kayak orang gila di Januari 2026 ini. Bukan karena dukun, tapi karena permainan Supply-Demand Global yang lagi nggak ngotak.
Emas itu cuma 10% dipakai buat industri (elektronik/perhiasan), sisanya 90% itu murni spekulasi dan dijadikan simpanan karena ketakutan. Jadi alasan kenaikannya adalah:
- Bank Sentral Sedang Kalap: China, India, dan Rusia sedang rajin menimbun emas 1.000 ton lebih per tahun. Mereka memang kelihatannya lagi proses “cerai” dengan Dolar AS (dedolarisasi), jadi emas adalah selingkuhan paling aman.
- Dunia Lagi Chaos: Perang di Timur Tengah (Iran-Israel) plus drama tarif Trump membuat orang kaya takut menyimpan uang kertas. Emas dianggap aset “Tanpa Risiko Pihak Ketiga”. Kalau negara bangkrut, emas tetap laku.
- ETF & Algo Trading: Dana asing masuk ke ETF emas (GLD) tembus $50 Miliar lebih sejak 2024. Robot trading (Algo) ikut-ikutan nge-gas memicu tren parabolic.
Jadi selama ketakutan ini masih ada, kapan emas turun akan jadi pertanyaan sulit. Tapi ingat hukum alam: Apa yang naik ketinggian, jatuhnya bakal sakit.
Sejarah Berdarah Membuktikan Kapan Emas Turun Drastis

Jangan percaya sales yang bilang “Emas Anti Rugi”. Itu omong kosong. Mari kita bedah “Borok” masa lalu emas biar kalian sadar risiko. Ini data valid bukan kaleng-kaleng:
1. Tragedi Volcker Shock (1980-1982)
Ini mimpi buruk kakek nenek kita. Januari 1980, emas ada di puncak $850. Semua orang memuja emas. Tapi tiba-tiba Paul Volcker (Bos The Fed waktu itu) menaikkan suku bunga gila-gilaan sampai 20% buat hajar inflasi.
- Hasilnya: Emas dibuang kayak sampah. Harganya anjlok 65% ke $297 di tahun 1982. Bayangin aset kalian ilang lebih dari separuh nilainya dalam 2 tahun. Sakit tapi tak berdarah!
2. Taper Tantrum (2011-2015)
Ini era modern. Emas sempat gagah di $1.920 pada 2011. Terus The Fed bilang “Udah ya, kita stop cetak uang (QE)”. Suku bunga mulai naik, ekonomi AS membaik.
- Hasilnya: Emas longsor 45% ke $1.050 di tahun 2015. Butuh 10 tahun buat orang yang nyangkut di 2011 untuk balik modal. Keburu tua, Bos!
3. The Fed Hawkish (2022)
Belum lama ini, emas sempat drop 18% dari $2.050 ke $1.615. Penyebabnya? Suku bunga AS naik dari 0% ke 5,5% dan Dolar AS (DXY) menguat ke level 114. Emas langsung nggak ada harga dirinya.
Prediksi Kapan Emas Turun 2026 Di Tengah Rekor Harga Gila

Oke, sekarang kita bahas masa depan. Januari 2026 harga emas emang lagi di pucuk ($5.000). Tapi ingat, indikator RSI udah Overbought parah (di atas 80). Ini tanda-tanda “bensin” mau habis.
Kapan sih momen kapan emas turun 2026 ini bakal kejadian? Ada beberapa skenario pemicu yang harus kalian pantau:
- Skenario Q2 2026 (Potensi ke $4.200): Kalau data tenaga kerja AS (NFP) terus-terusan bagus di atas 200k dan The Fed menunda potong bunga, emas bakal ditinggal. Target turun bisa ke $4.200.
- Trigger Cepat (Februari 2026): Pantau data Inflasi (CPI) yang rilis 11 Februari nanti. Kalau angkanya di atas 3,5%, pasar akan panik dan terjadi sell-off massal 10-15% dalam sebulan.
- Perdamaian Tiba-tiba: Kalau Trump berhasil bikin deal damai di Timur Tengah, emas kehilangan status “Safe Haven”. Siap-siap terjun bebas.
Probabilitas koreksi 20% setelah ATH (All Time High) itu sangat wajar secara historis. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba emas diskon gede.
Pola Musiman Kapan Harga Emas Cenderung Turun (Dan Anomali 2025)

Kalau kalian maksa banget pengen beli emas fisik buat nikah atau simpanan, perhatikan siklus ini.
Secara statistik, kita bisa menebak kapan harga emas cenderung turun berdasarkan bulan:
- Maret – Juni: Biasanya pasar sepi, harga cenderung landai atau koreksi.
- September (Hati-hati Anomali): Secara historis 10 tahun terakhir, September itu bulan merah (turun). TAPI, lihat September 2025 kemarin? Harganya malah terbang, kan?
Kenapa September 2025 Naik? Karena saat itu pasar lagi euforia nungguin The Fed pangkas suku bunga di bulan Oktober 2025. Jadi, pola musiman itu KALAH kalau ada berita fundamental yang lebih gede.
Pelajaran buat 2026: Jangan cuma patokan bulan. Kalau September 2026 nanti ada isu perang atau suku bunga turun lagi, ya dia bakal naik lagi. Tapi kalau sepi berita? Biasanya September diskon.
Naik Atau Turun Sebenarnya Mana Yang Lebih Cuan
Ini rahasia yang jarang dibilang orang awam. Sebenarnya, Emas Turun itu Lebih Enak buat Trader. Kenapa? Karena hukum gravitasi. Jatuhnya harga itu biasanya lebih cepat dan kencang daripada naiknya.
- Kalau Naik: Kalian butuh waktu berbulan-bulan buat dapat profit 20%.
- Kalau Turun: Bisa cuma butuh seminggu buat harga rontok 10-15%. Contoh: Short dari $5.000 ke $4.600 itu daging banget!
Jadi, jangan cuma doa supaya emas naik. Sebagai trader cerdas, kita harus bisa menari di atas penderitaan pasar.
Solusi Trading Dua Arah Bersama Broker Maxco
Nah, buat kalian “Kaum Mendang-mending” yang pusing liat harga emas fisik mahal banget dan ribet simpannya (takut dimaling), mending ubah mindset. Jangan beli fisiknya kalau tujuannya cari selisih harga jangka pendek.
Manfaatkan volatilitas gila ini dengan Trading Emas (XAUUSD) di Maxco. Kenapa Maxco? Karena di sini kalian bisa cuan dari dua arah, nggak peduli harga emas mau ke langit atau ke dasar laut. Karena jika:
- Harga Lagi Gila (Naik): Kalian ambil posisi Buy. Ikut arus bareng bank sentral dunia.
- Harga Mulai Rontok (Turun): Ini yang asik. Kalian ambil posisi Sell (Short Selling). Pas orang lain nangis karena emas fisiknya nilainya turun, kalian malah panen profit.
Maxco ini bukan broker kemarin sore. Udah 30 tahun pengalaman. Dengan berbagai keunggulan:
- Spread Tipis XAUUSD: Ini krusial! Spread di Maxco tipis, jadi profit kalian nggak habis dimakan biaya. Apalagi pas harga lagi liar di level $5.000.
- Eksekusi Kilat: Pas ada berita CPI atau NFP, harga bisa loncat. Server Maxco stabil, jadi order kalian masuk di harga yang dimau, bukan di harga pucuk gunung.
- Aman: Teregulasi Bappebti. Duit aman, hati tenang.
Jadi, daripada cuma bengong nungguin kapan emas turun sambil gigit jari liat mahar makin mahal, mending manfaatkan momen ini untuk cari cuan dengan daftar akun di Maxco. Siapa tau profit tradingnya bisa buat nambahin beli emas fisik pas harganya diskon nanti!
Q&A
Emas turun karena apa?
Emas turun bukan karena kualat, tapi karena tiga musuh bebuyutannya.
- Suku Bunga Naik: Ini musuh utama. Kalau bank kasih bunga tinggi (kayak deposito/obligasi), investor bakal buang emas yang “mandul” (nggak ada bunganya).
- Dolar AS (USD) Perkasa: Emas itu harganya pakai Dolar. Kalau Dolar lagi kuat banget, harga emas jadi kerasa mahal buat negara lain, akhirnya sepi pembeli.
- Dunia Damai: Emas itu aset ketakutan. Kalau nggak ada perang atau krisis ekonomi, emas nggak laku karena investor lebih berani main saham yang cuannya lebih gede.
Tahun berapa emas turun drastis?
Catat tahun-tahun horor ini biar nggak sombong pas lagi profit:
- 1980-1982: Emas terjun bebas 65% (dari $850 ke $297) gara-gara The Fed naikin bunga gila-gilaan sampai 20%.
- 2011-2015: Emas longsor 45% (dari $1.920 ke $1.050) karena ekonomi AS pulih dan The Fed stop cetak uang (Tapering).
- 2022: Emas drop 18% dalam setahun karena The Fed naikin bunga agresif dari 0% ke 5,5% buat lawan inflasi.
Kapan harga emas cenderung turun secara musiman?
Kalau ngomongin siklus tahunan (tanpa ada perang dadakan), biasanya emas “diskon” di bulan-bulan ini:
- Maret – Juni: Pasar biasanya sepi (sideways), harga cenderung landai atau koreksi tipis.
- September: Secara statistik 10 tahun terakhir, ini sering jadi bulan merah. TAPI hati-hati, di tahun 2025 kemarin September malah naik karena ada euforia pemangkasan suku bunga. Jadi, pola musiman bisa batal kalau ada berita fundamental yang lebih gede.