Maxco.co.id – Saat ini kita sudah melewati market di tahun 2025 yang penuh dengan drama. Dari mulai terpilihnya presiden AS, Donald Trump, konflik geopolitik, hingga kondisi perekonomian AS yang lesu. Bahkan jika melihat ke salah satu aset yang paling diminati, ada emas dan perak yang terus mencetak rekor tertinggi yang artinya banyak peluang cuan. Tapi bukan berarti di tahun 2026 ini tidak banyak peluang ya traders. Tentunya kita akan manfaatkan momentum dari awal tahun 2026 ini dengan mengetahui kalender ekonomi forex lebih awal. Simak artikel ini sampai habis ya!

Kalender Ekonomi Forex | Data Ekonomi Penting yang Wajib Dicermati Trader
Ada beberapa data ekonomi penting di awal tahun 2026 ini yang patut kita pantau, seperti data pasar tenaga kerja, data inflasi, meeting penting The Fed di bulan Januari, ada beberapa data penting lainnya yang akan dibahas sesaat lagi.
1. Data Non-Farm Payroll (NFP) – 9 Januari 20.30 WIB
Data NFP mencerminkan pasar ketenagakerjaan di AS. Saat ini data NFP benar-benar ditunggu oleh pasar karena saat ini AS sedang mengalami perlambatan tenaga kerja. Tentu perubahan dari data ini yang dirilis setiap awal bulan akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan market. Apalagi data ini bisa jadi pertimbangan The Fed kedepan, apakah akan pangkas suku bunga lebih banyak atau tahan suku bunga.
Perlu diingat, sebelumnya The Fed “galau” apakah akan pangkas lebih banyak suku bunga atau tidak. Disatu sisi isu pasar tenaga kerja yang melemah bisa berdampak fatal jika tidak ditindak (dalam hal ini pangkas suku bunga). Karena pasar tenaga kerja bisa dikatakan jantungnya perekonomian di suatu negara. Jika pasar tenaga kerja melambat maka pertumbuhan suatu negara juga akan melemah. Let’s say saat ini AS termasuk memiliki suku bunga yang tinggi jika dibandingkan dengan negara maju lain, tentunya akan berpengaruh ke pasar tenaga kerja secara tidak langsung.
Keputusan The Fed Mengurangi Beban Pasar Tenaga Kerja AS
Kurang lebih seperti ini gambaran secara tidak langsungnya, jika suku bunga tinggi maka ketika orang akan meminjam uang di bank untuk menjalankan usahanya akan dibebani dengan bunga yang tinggi juga. Artinya seseorang bahkan ada yang tidak jadi pinjam uang ke bank untuk usaha, dan akhirnya tingkat penganggurannya naik jika usahanya banyak yang gulung tikar (karena tidak bisa pinjam ke bank, atau tidak kuat untuk cicil karena bunganya tinggi).

Kembali lagi ke keputusan The Fed, akhirnya mereka pangkas suku bunga untuk mengurangi beban pasar tenaga kerja. Tapi dilemanya di sisi lainnya jika suku bunga rendah, AS akan sangat kesulitan untuk melawan inflasi yang sejauh ini belum sampai target The Fed kira-kira di 2%.
Jika dilihat dari forecast, masih ada penurunan pasar tenaga kerja di AS. Artinya jika data NFP sesuai dengan forecast atau lebih rendah dari forecast maka USD akan melemah dan pair komoditi seperti emas dan perak akan menguat.
2. Data Consumer Price Index (CPI) – 13 Januari 20.30 WIB
Data CPI ini dijadikan petunjuk untuk melihat inflasi dari sisi konsumen. Masih ada kaitannya dengan penjelasan sebelumnya bahwa untuk melawan inflasi ini perlu tingkat suku bunga yang tinggi. Kaitannya jika tingkat suku bunga tinggi, maka sebagian orang akan tertarik menyimpan uangnya di bank karena imbal hasil yang lebih tinggi. Maka peredaran uang di suatu negara akan berkurang karena orang-orang menyimpan uangnya di bank.

Jadi intinya The Fed tidak boleh membiarkan suku bunga terlalu tinggi, atau terlalu rendah, harus pas. Suku bunga tinggi membebani pasar tenaga kerja, tapi jika suku bunga terlalu rendah inflasi sulit dilawan. So perubahan data CPI ini bisa mempengaruhi juga ke keputusan The Fed yang tentunya sama-sama dipantau juga oleh para pelaku pasar.
3. FOMC Meeting – 29 Januari 02.00 WIB
Nah ini dia gongnya yaitu meeting kebijakan The Fed (FOMC Meeting) pertama di tahun 2026. Walaupun FOMC Meeting di Januari ini The Fed sudah diperkirakan akan tahan suku bunga.
Namun yang jadi poin penting adalah statement ketua Fed, Jerome Powell biasanya memberikan “clue” untuk arah kebijakan AS kedepan. Kejutan sering terjadi saat speechnya Powell tersebut, tentunya mempengaruhi terhadap pergerakan market yang bisa dimanfaatkan untuk jadi peluang cuan.

Di tahun 2025 pasar perkirakan The Fed hanya akan pangkas suku bunga sekali hingga dua kali saja. Namun setelah ada kejutan data inflasi yang turun lebih cepat dari perkiraan, pasar mengharapkan lebih. Bisa jadi The Fed akan lebih banyak memangkas suku bunganya di tahun 2026 ini. Hal ini akan memberikan sentimen pelemahan terhadap USD.
Pengumuman Calon Ketua The Fed Baru
Selain dari event di kalender ekonomi forex yang sudah dibahas tadi, ada juga isu mengenai janji Trump yang akan mengumumkan calon ketua The Fed baru di bulan Januari ini. Tapi menariknya Powell saat ini masih menjabat hingga mei 2026.

Apakah Powell akan diturunkan lebih cepat atau tidak perlu dipantau perkembangannya. Karena pasar memiliki kekhawatiran terhadap status independensinya Bank Sentral AS (The Fed) jika orang baru yang menjabat bisa “disetir” oleh Trump. Sentimen ini pun memberikan pelemahan terhadap USD.
Kesimpulan
Selain dari ketiga data penting diatas, sebenarnya masih banyak data di kalender ekonomi forex “high impact” yang tidak dibahas di artikel ini. Kita bisa fokuskan ketiga data tersebut terlebih dahulu di bulan Januari 2026 ini yang tentu memiliki dampak terbesar di market diantara data lainnya.
Di momen perilisan data tersebut kita sebagai sebagai trader bisa cari cuan dengan memanfaatkan volatilitas yang kuat. Tapi tentunya harus lebih bijak juga dalam penggunaan lot agar sesuai dengan kapasitas modal per masing-masing individu. Sampai berjumpa lagi di artikel selanjutnya!