Maxco.co.id – Harga xauusd atau emas saat ini bergerak di kisaran level psikologis di sekitar $5000-an per troy onsnya. Bisa dikatakan berada di “tengah” tidak terlalu mahal jika melihat harga tertingginya, tapi tidak terlalu murah juga jika melihat range pergerakan harga di tahun ini.
Pertanyaannya, kira-kira dalam waktu dekat harga emas akan bergerak kemana? kita akan bahas di artikel ini lebih dalam.
Emas Sebagai Cerminan Psikologi Pasar
Harga emas saat ini bisa dikatakan adalah cerminan dari psikologi pasar. Secara sederhana emas adalah indikator antara ketakutan dan keserakahan (fear and greed) serta potensi yang besar di pasar.

Dalam artian berita geopolitik global saat ini jadi salah satu penggerak ketika pelaku pasar “takut” saat kondisi tidak pasti seperti adanya konflik antar negara. Di sisi lain, emas juga memiliki potensi besar dalam jangka panjang dari sisi lindung nilai.
Narasi XAUUSD di Kuartal Pertama 2026
Sebagai traders yang mencari peluang dari selisih harga di market, kita perlu mengetahui “narasi” dan potensi emas dari perspektif yang lebih luas terlebih dahulu. Dalam hal ini adalah faktor fundamental. Hal ini sangat penting, dengan mengetahui arah sebelum traders mulai melakukan transaksi.

Dengan mengetahui arah yang sesuai, mau bagaimanapun eksekusi transaksinya dan menggunakan metode apapun, maka tingkat keberhasilan setiap trade akan jauh lebih tinggi nantinya.
Di kuartal pertama tahun 2026 ini, harga xauusd sangat volatile. Bisa dilihat dari range pergerakan harga sejak awal tahun 2026 saja, harga tertingginya di kisaran hampir $5600 dengan harga terendahnya di kisaran $4400.
Penting untuk mengetahui harga tertinggi dan terendahnya untuk dijadikan komparasi harga wajar. Apakah xauusd saat ini sudah terlalu mahal? atau justru sedang diskon?.
Update Geopolitik Saat Ini
Berita geopolitik yang berseliweran sangat mempengaruhi sentimen harga di market, apalagi di xauusd. Konflik besar antar negara yang terjadi sekarang masih didominasi seputar konflik Timur Tengah. Dari awalnya memanas, hingga saat ini sudah “agak” cooling down sejak ada isu mengenai kesepakatan perdamaian antara AS-Israel dengan Iran.

Ini yang membuat xauusd terkoreksi, jika perspektifnya dilihat dari harga tertinggi di tahun ini. Tapi disisi lain, biasanya AS selalu mengatur “drama” alur cerita dari konflik yang berlangsung.
Meski ada isu kesepakatan, kenyataannya tidak sesederhana AS akan luluh begitu saja. Justru dengan segala manuver presidennya, Trump, hal yang tidak terduga sangat memungkinkan terjadi.
Jika dilihat dari isu kesepakatan yang lalu, AS selalu memiliki sifat yang agresif ingin menguasai suatu negara dan menunjukkan dominasinya. Penyerangan demi penyerangan pada akhirnya berpotensi tetap terjadi. Hal ini lah yang perlu diantisipasi oleh traders, sehingga dalam jangka panjang outlook xauusd masih akan naik.
Inflasi AS Bisa Menentukan Arah Market?
Inflasi jadi salah satu tolak ukur ekonomi terpenting untuk melihat arah kebijakan moneter di suatu negara. Sederhananya inflasi itu kenaikan harga barang dan jasa.
Namun untuk melihat korelasi inflasi dengan perekonomian, intinya peredaran uang khususnya di AS bisa secara tidak langsung menilai kekuatan uang itu sendiri.

Jika mata uang yang beredar terlalu banyak, maka nilainya berpotensi melemah, begitu juga dengan sebaliknya. Tapi menariknya pelaku pasar justru lebih cenderung mengantisipasi dari suatu kondisi ekonomi.
Sebagai contoh apabila data CPI (consumer price index) sebagai tolak ukur inflasi naik, pasar melihat keputusan suku bunga bank sentralnya (The Fed) dalam handle inflasi tersebut.
Jadi reaksi di market justru ketika inflasi naik, bank sentral akan mengurangi uang beredar, dan ketika supply turun maka mata uangnya menguat.
Korelasi XAUUSD Dengan Data CPI
Jika dikaitkan dengan XAUUSD, di minggu ini akan dirilis data CPI AS. Apabila inflasi AS masih tinggi, maka USD akan menguat dan XAUUSD berpotensi terkoreksi lebih dalam. Begitu juga sebaliknya, apabila inflasi turun, USD bisa melemah dan XAUUSD berpotensi kembali melanjutkan penguatannya.
Keputusan Bank Sentral (The Fed)
Bank Sentral AS (Federal Reserve, atau The Fed) salah satu tugasnya menentukan kebijakan moneter di suatu negara.
The Fed bisa menaikkan, tahan, atau menurunkan tingkat suku bunga dolar. Di tahun ini diperkirakan The Fed akan kembali pangkas tingkat suku bunga usd.
Pertanyaannya, kapan The Fed akan pangkas suku bunga?. Selama suku bunga masih ditahan atau dipertahankan di tingkat saat ini, USD bisa terus berpotensi menguat.
Pergantian Ketua The Fed
Saat ini yang lagi ramai di pantau oleh pelaku pasar adalah pergantian ketua The Fed. Trump secara publik sudah mengumumkan calon ketua The Fed baru, yaitu Kevin Warsh.

Disinilah opini publik dan pelaku pasar mulai bermain. Bahkan sentimen ini bisa menggerakan kekuatan mata uangnya itu sendiri dalam hal ini USD.
Kevin Warsh diperkirakan ketika menjabat nanti akan lebih cenderung hawkish dalam menentukan kebijakan The Fed untuk melawan inflasi. Hal ini tentu bisa mempengaruhi penguatan USD. Jadi emas bisa terkoreksi lebih dalam jelang penggantian ketua The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh saat waktunya tiba di kisaran bulan Mei mendatang.
Strategi Menghadapi Market Volatile
XAUUSD saat ini masih “wait and see” menunggu katalis atau faktor-faktor pendukung lain yang signifikan seperti yang dijelaskan tadi. Sangat memungkinkan sekali untuk koreksi lebih dalam atau kembali menguat tergantung dari momentum atau sentimen yang sedang terjadi di market.
Ketika sudah mengetahui faktor penting tadi, setidaknya traders bisa antisipasi dan pantau perkembangan dari geopolitik, inflasi, dan keputusan The Fed. Tinggal arahnya saja yang diikuti oleh traders nantinya sebagai trend followers untuk eksekusi transaksi.
Indikator Teknikal Untuk Antisipasi Volatilitas
Dari sisi teknikal, ada satu indikator yang pas ketika menghadapi market volatile seperti saat ini. Indikator yang dimaksud adalah average true range (ATR). Jadi indikator ATR ini bukan penentu keputusan buy atau sell, tapi untuk melihat rata-rata range sesuai dengan time frame yang digunakan.

Sebagai contoh, kita set ATR dengan settingan default saja yaitu periode 14. Nanti ATR akan berada pada sub grafik yang tersedia di bawah chart utama. Tinggal lihat angkanya saja, misal di time frame M15 nilai ATR adalah 10 (dibulatkan). Maka di harga xauusd, dengan strategi apapun lebih mudah untuk menentukan jarak stop loss dan profitnya.
Apabila market semakin volatile, ATR akan meningkat, tinggal disesuaikan saja misal SL itu setara 1x ATR. TP nya bisa di set 2x nilai ATR, dst.
Jadi pada contoh diatas, kita bisa ambil buy di level psikologis $5000 dengan SL di letakkan di $4990 (1x ATR) dan target $5020 (2x ATR). Kurang lebih bisa dipraktekkan seperti itu untuk indikator ATR-nya.
Kesimpulan
Mau strategi apapun itu bagus, tidak ada metode yang jelek. Ketika sudah mengetahui faktor-faktor penggerak market saat ini seperti yang dijelaskan diatas. Setidaknya kita bisa “standby” ketika perilisan data atau ada update berita “hot” yang berpotensi menggerakan market.
Tinggal eksekusi transaksinya saja yang harus lebih fleksibel yang bisa dibantu dengan indikator ATR dari sisi teknikal analisisnya.
Sebelum diaplikasikan pada market real, tentu traders harus uji terlebih dahulu. Traders bisa coba buat akun demo di Maxco.. Sampai berjumpa kembali di artikel selanjutnya!