Pasar Bidik Breakout di Atas $5.100
Maxco Futures – Harga emas kembali menjadi pusat perhatian pasar global menjelang rilis data US Retail Sales, yang dipandang sebagai katalis kunci berikutnya untuk mengonfirmasi perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan membuka jalan bagi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.
Meski sempat terkoreksi dari puncak terbarunya akibat penguatan tipis dolar dan aksi ambil untung, emas tetap bertahan solid di atas level psikologis $5.000 per ounce, mencerminkan keyakinan investor bahwa tren jangka menengah masih mengarah naik. Koreksi yang terjadi lebih dipandang sebagai konsolidasi sehat dibandingkan perubahan arah tren.
Fokus pasar kini tertuju pada apakah data Retail Sales akan menunjukkan pelemahan konsumsi rumah tangga — pilar utama pertumbuhan ekonomi AS. Angka penjualan ritel yang lebih lemah dari ekspektasi akan memperkuat narasi bahwa tekanan ekonomi mulai terasa di tingkat konsumen, sekaligus meningkatkan spekulasi bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Skenario tersebut secara historis menjadi lingkungan yang sangat kondusif bagi emas. Penurunan ekspektasi suku bunga akan menekan imbal hasil obligasi dan dolar AS, mengurangi opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan yield. Bahkan pelemahan dolar yang moderat dapat memicu arus masuk baru ke logam mulia, khususnya dari investor institusional dan bank sentral.
Sentimen dovish juga diperkuat oleh indikasi pendinginan pasar tenaga kerja, dengan laporan ketenagakerjaan terbaru mengisyaratkan moderasi penciptaan lapangan kerja. Kombinasi konsumsi yang melemah dan pasar tenaga kerja yang melunak memperkuat asumsi bahwa kebijakan moneter ketat telah mulai memberikan dampak nyata pada ekonomi riil.
Technical Outlook
Dari perspektif teknikal, struktur harga emas masih jelas bullish. Intraday H4 masih menunjukkan pola korektif yang di tunjukkan oleh indicator stochastic yang mengalami bearish crossing setelah kenaikan pada pergerakan semalam di level 5086. Sementara itu MACD tetap bergerak dalam formasi kenaikan di atas netral line ( di atas 0 )

MACD line berada pada area 14.1 dan grafik fores mengalami penurunan setelah pergerakan harga kemarin dan berada di level 31.20
Di luar faktor jangka pendek, daya tarik emas juga ditopang oleh faktor struktural, termasuk diversifikasi cadangan devisa oleh bank sentral, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta keinginan investor untuk lindung nilai terhadap risiko kebijakan dan inflasi jangka panjang.
Dengan pasar memasuki fase penentuan arah, data Retail Sales AS berpotensi menjadi pemicu utama berikutnya. Hasil yang dovish dapat menjadi bahan bakar bagi reli emas berikutnya, menegaskan kembali perannya sebagai aset safe haven utama di tengah transisi kebijakan moneter global
Secara medium potensi kenaikan Gold masih terbuka dengan barrier price di prediksi di level $5092 – 5100 yang merupakan harga tertinggi yang tercatat pada pergerakan harga di tanggal 4 Febuari 2026. Pasar akan tetap memantau kinerja data fundamental yang akan mengukur seberapa besar data konsumsi US ( Retail Sales ). Saat ini prediksi pelemahan yang cenderung memberi tekanan pada Bank Sentral US untuk membuka ruang potensi pemaangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
| Data Ekonomi AS | Hasil vs Ekspektasi | Interpretasi Fundamental | Dampak ke Kebijakan The Fed | Bias ke DXY |
| Retail Sales MoM (Des) | Konsumsi melambat | Daya beli konsumen mulai melemah | Mengurangi urgensi pengetatan lanjutan | Dovish |
| Forecast 0.4% < Konsensus 0.5% |
Bias Data Dovis akan membuka peluang kenaiakn Gold mendekati level 5100 yang merupakan area retest kenaikan lanjutan. Sementara itu jika Data Konsumsi US menunjukkan kenaikan secara signifikan maka berpotensi menekan Gold untuk mengalami penurunan mendekati level Support di area 4960 dan 4930.
Disclaimer ON
Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies