MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Dolar Menguat Seiring Meredanya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed;Yen Tertekan Setelah Keputusan BOJ

MAXCO FUTURES – Nilai dolar AS melanjutkan penguatannya pada Kamis pagi di kawasan Asia, didorong oleh menurunnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Investor menafsirkan sinyal terbaru dari Ketua The Fed, Jerome Powell, sebagai tanda bahwa kebijakan pelonggaran moneter kemungkinan akan ditunda hingga tahun depan. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sehingga membuat yen berada dalam posisi defensif.

Indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama setelah pernyataan Powell yang dianggap bernada hawkish oleh pasar. Powell menegaskan bahwa meskipun inflasi terus menurun, kondisi ekonomi AS masih cukup kuat untuk menunda langkah pelonggaran agresif. Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember hanya sekitar 68%, turun tajam dari hampir 100% sebelum rapat FOMC terakhir.

Kondisi ini semakin memperlebar kesenjangan kebijakan antara The Fed dan BOJ. Bank Sentral Jepang pada Kamis mempertahankan suku bunga acuannya di sekitar 0,5%, sekaligus menegaskan niat untuk menaikkan biaya pinjaman secara bertahap jika data ekonomi mendukung. Namun, hanya dua pembuat kebijakan yang mendukung langkah tersebut — sama seperti bulan sebelumnya — menandakan bahwa proses normalisasi kebijakan masih akan berjalan sangat lambat.

Yen sempat melemah ke kisaran ¥153 per dolar, mendekati level intervensi yang sebelumnya memicu kekhawatiran di pasar valuta asing. Pejabat Jepang disebut berada dalam kondisi “siaga penuh” terhadap volatilitas yang berlebihan, meski belum ada tanda-tanda intervensi langsung di pasar.

Sementara itu, mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru mengalami penguatan tipis, didukung oleh rebound yuan Tiongkok yang menyentuh level tertinggi dalam hampir satu tahun terhadap dolar AS. Sentimen pasar juga membaik setelah laporan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang memunculkan harapan terhadap stabilisasi hubungan dagang, meskipun belum ada rincian konkret yang diumumkan.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di atas 4,25%, mencerminkan pandangan bahwa ekonomi AS tetap solid meskipun sudah dilakukan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Sikap hati-hati The Fed terhadap arah kebijakan moneter menambah tekanan pada aset berisiko di Asia, sekaligus memperkuat posisi dolar sebagai aset lindung nilai utama.


Pandangan Pasar

Kami menilai dinamika terbaru ini menegaskan bahwa siklus pemangkasan suku bunga global tidak akan terjadi secara serentak. The Fed tampak bersikap sabar menunggu bukti yang lebih meyakinkan terkait penurunan inflasi, sementara BOJ justru masih menimbang langkah awal keluar dari era suku bunga negatif. Perbedaan kebijakan ini berpotensi memperpanjang dominasi dolar AS terhadap mata uang Asia, termasuk yen dan won Korea.

“Powell tampaknya ingin menjaga semua opsi tetap terbuka — ia tidak menutup kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga, tetapi juga tidak ingin pasar bergerak terlalu cepat mengambil kesimpulan,” ujar seorang analis valuta asing di Tokyo. “Hal ini cukup untuk menjaga dolar tetap kuat hingga kuartal keempat.”


Implikasi Global

Bagi investor di Asia, kombinasi antara penguatan dolar dan pelemahan yen menimbulkan risiko baru bagi arus modal dan perdagangan. Mata uang regional cenderung tertekan, sementara aset berdenominasi dolar kembali diminati. Jika The Fed benar-benar menunda pelonggaran hingga tahun 2026, seperti yang mulai diantisipasi sebagian pelaku pasar, volatilitas di pasar valuta asing berpotensi meningkat tajam menjelang akhir tahun.


Analisis Teknis (USD/JPY)

Pergerakan USD/JPY di kisaran 153–154 diperkirakan menjadi zona minat jual harian jangka menengah, dengan potensi penurunan menuju level strategis di sekitar 147, 143, dan 139. Sementara itu, batas pergerakan (swing range) masih memungkinkan naik ke kisaran 154–157.


Disclaimer ON
Ade Yunus, ST, WPA
Global Market Strategies

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.