Maxco.co.id – Kalau kamu lagi scrolling dan nemu artikel ini, kemungkinan besar kamu sedang belajar trading untuk pemula atau lagi nyari jawaban dari pertanyaan paling klasik:
“Kenapa aku udah belajar lama, tapi akun tetap keok?”
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak trader yang memulai perjalanan trading dengan energi semangat membara, tapi sayangnya, semangat itu sering tenggelam begitu market kasih satu-dua tamparan realita. Ceritanya selalu mirip: awalnya optimis, entry sana-sini, tiba-tiba margin call jadi sahabat dekat.
Nah, lewat artikel ini aku ingin mengajak kamu memahami 10 kesalahan fatal yang sering dilakukan trader pemula bahkan trader yang sudah cukup lama pun kadang masih kejebak. Kita bahas dengan gaya chill tapi tetap intelektual, supaya kamu bisa naik level tanpa perlu jatuh di lubang yang sama terus-menerus.
1. Tidak Punya Trading Plan (Main Tanpa Peta)

Bayangin kamu naik gunung tanpa peta, tanpa kompas, tanpa teman. Kira-kira sampai puncak nggak?
Trading tanpa rencana itu sama saja: capek, panik, dan berakhir nyasar.
Banyak pemula berpikir, “Pokoknya kalau chart-nya kelihatan mau naik, buy aja.” Padahal market itu penuh jebakan.
Trading plan adalah guideline yang bikin kamu tetap waras.
Isi minimal trading plan:
- Timeframe utama
- Syarat entry
- Syarat exit
- Risk–reward
- Kondisi market yang boleh atau nggak boleh entry
Tanpa plan, kamu cuma nebak. Dan menebak dalam trading adalah jalan cepat menuju don’t ask the balance.
2. Money Management Nol Besar
Kesalahan mayoritas trader: modal 500 ribu, ekspektasi profit 5 juta dalam sehari.
Ini bukan trading, ini berkhayal tingkat dewa.
Money management menjaga kamu tetap hidup di market, meski beberapa kali salah langkah. Trader profesional bahkan hanya ambil risiko 1–2% per posisi.
Tanpa ini, kamu cuma butuh satu kesalahan untuk habis.
Banyak pemula bilang: “Tapi kalau kecil banget, profitnya lama dong.”
Justru itu. Trading bukan sprint, tapi marathon.
3. Overtrading (Candu Klik Tombol)
Ketika market lagi ramai, tangan tiba-tiba gatal. Baru close profit sedikit, langsung buka posisi lagi.
Hasilnya? Market balik arah.
Sial? Nggak. Itu namanya overtrading.
Overtrading muncul karena:
- Balas dendam
- Kebanyakan percaya diri
- FOMO
- Atau sekadar gabut
Overtrading itu seperti makan mie pedas level 50: awalnya nagih, besoknya baru terasa azabnya.
4. Tidak Pakai Stop Loss (Harapan Palsu)
Pemula sering punya hubungan toxic dengan pasar: “Nanti juga balik…”
Padahal kenyataannya, nggak balik-balik.
Stop loss itu bukan musuh; itu safety belt. Kamu nggak akan naik mobil tanpa sabuk pengaman, kan?
Tapi kenapa trading tanpa SL?
Ketika kamu trading tanpa SL, kamu memberikan market kebebasan menghabiskan akunmu.
5. FOMO Seperti Dikejar Sesuatu
FOMO adalah salah satu faktor paling merusak. Chart naik 300 pips? Baru kepikiran entry.
Sayangnya, itu biasanya fase terakhir sebelum harga berbalik sadis.
FOMO bikin kamu masuk telat, keluar cepat, dan nyeselnya lama.
Cara atasinya?
- Fokus ke setup, bukan pergerakan harga
- Tentukan level entry dari awal
- Ingat: market selalu ada kesempatan baru
6. Terlalu Percaya Sinyal Orang
Gabung grup sinyal itu sah-sah aja. Tapi kalau setiap hari kamu cuma ikut sinyal tanpa paham apa-apa, kamu sebenarnya bukan trader,kamu cuma follower.
Sinyal tidak cocok untuk semua akun karena:
- Modal beda
- Gaya trading beda
- Psikologi beda
Yang paling parah? Banyak yang ikut sinyal tanpa tahu SL dan TP-nya. Itu bukan trading… itu gambling.
7. Tidak Paham Risk–Reward Ratio

Trader pemula sering ambil risiko besar demi profit yang kecil. Misalnya:
Rugi 50 pips… tapi TP cuma 10 pips.
Ini seperti ngajak berantem Mike Tyson tapi kamu cuma bawa odol.
Risk–reward ideal adalah minimal 1:2 atau 1:3. Artinya, ketika kamu salah, rugimu kecil. Ketika benar, untungmu besar.
Dengan pola seperti ini, kamu bisa profit bahkan kalau salah 60% dari total posisi.
8. Ingin Hasil Cepat (Mental Jalan Pintas)
Banyak trader masuk forex karena melihat flexing di media sosial.
Padahal, trading bukan cara cepat kaya. Trading adalah cara cerdas mengelola modal dengan sistematis.
Yang ingin cepat biasanya berakhir:
- Menggandakan lot
- Entry tanpa analisa
- Buka banyak posisi
- Tidak sabar menunggu setup
Ingat: Trader jago bukan yang paling sering entry, tapi yang paling sabar.
9. Tidak Mengerti Market Structure
Ini kesalahan teknis terbesar.
Tanpa paham struktur pasar, kamu seperti baca buku tapi tidak mengerti bahasanya.
Market structure mencakup:
- Trend
- Support & resistance
- Break of structure
- Liquidity
Sering kali trader rugi hanya karena… entry melawan trend.
Masuk sell padahal struktur sedang bullish.
Atau nge-buy saat bearish parah.
Pahami dulu arah utama, baru cari peluangnya. Go with the flow, bukan melawan arus.
10. Tidak Punya Jurnal Trading

Jurnal trading itu seperti cermin.
Tanpa mencatat apa yang kamu lakukan, kamu tidak tahu kesalahanmu.
Bahkan trader berpengalaman pun pakai jurnal untuk evaluasi rutin.
Isi dasar jurnal:
- Kenapa entry
- Kenapa exit
- Timeframe
- Kondisi market
- Emosi saat entry
- Kesalahan yang terjadi
- Apa yang bisa diperbaiki
Dengan jurnal, kamu berkembang 10x lebih cepat.
Ceritanya Selalu Sama… Tapi Kamu Bisa Berbeda
Percaya atau nggak, hampir semua trader sukses dulu melakukan kesalahan di atas.
Ada yang merugi ratusan dolar, ada yang kehilangan tabungan, ada yang stres sampai nggak mau buka chart lagi.
Perbedaannya cuma satu:
Mereka belajar, memperbaiki, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Trading itu seni. Ada logika, ada psikologi, ada disiplin.
Semakin kamu memahami diri kamu dan market, semakin mudah kamu membuat keputusan. Jangan buru-buru jadi ahli,nikmati proses naik turunnya.
Yang penting kamu tetap consistent, punya plan, jaga risiko, dan terus berkembang.
Penutup
Setiap perjalanan trading punya fase jatuh-bangun. Tapi kalau kamu sudah menghindari 10 kesalahan fatal di atas, kamu sudah selangkah lebih dekat menjadi trader yang stable, matang, dan rasional.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam, pakai platform yang stabil, aman, dan legal, kamu bisa download dan kunjungi Maxco untuk memulai perjalanan trading yang lebih terarah dan profesional.
Siap naik level? Market menunggu kamu dengan tantangan baru !