MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Cara Mudah Gabungkan 2 Metode Analisa Forex Fundamental & Teknikal Untuk Trading Harian

Maxco.co.id – Perdebatan mengenai mana yang lebih baik antara fundamental atau teknikal dalam melakukan analisa forex sepertinya tidak akan pernah usai. Ada trader yang sukses besar hanya dengan menarik garis di grafik tanpa peduli berita, dan ada juga yang profit konsisten hanya dengan membaca data ekonomi. 

Keduanya valid dan punya penggemarnya masing-masing. Namun, bagi seorang pemula yang masih sering bingung kena “gocekan” pasar, menggabungkan kedua metode ini bisa menjadi solusi yang menarik untuk dicoba.

Intinya sederhana, kita akan menggunakan Fundamental sebagai kompas untuk menentukan arah mata angin (Buy atau Sell) di pagi hari, lalu menggunakan Teknikal sebagai maps untuk mencari lubang tikus yang pas buat masuk pasar (Entry). Tanpa kompas, kalian buta arah; tanpa peta, kalian kejeblos di pucuk harga.

Alasan Menggabungkan Dua Metode Analisa Forex Itu Layak Dicoba

Alasan Menggabungkan Dua Metode Analisa Forex Itu Layak Dicoba

Banyak mentor trading yang jago cuma pakai teknikal, dan itu sah-sah saja karena feeling dan pengalaman mereka sudah matang. Tapi bagi pemula yang jam terbangnya masih minim, mengandalkan satu indikator saja kadang berisiko.

Coba bayangkan logikanya seperti mau menyeberang jalan.

  • Teknikal itu seperti melihat kondisi jalanan di depan mata (Kosong atau ramai?).
  • Fundamental itu seperti tahu jadwal bus atau truk yang akan lewat.

Kalau cuma pakai teknikal, kita lihat jalanan kosong, kita menyeberang. Tapi kita tidak tahu kalau ada bus yang sedang ngebut dari tikungan karena ada jadwalnya. Nah, dengan menggabungkan metode analisa forex fundamental dan teknikal, kita jadi punya pengaman ganda. 

Kita tahu kapan jalanan kosong (teknikal) dan kita tahu kapan jadwal bus lewat (fundamental), jadi kita bisa menghindari risiko tertabrak volatilitas tinggi yang sering membuat akun pemula loss.

4 Langkah Praktis Analisa Forex Harian Tanpa Bikin Pusing

Untuk melakukan trading forex harian, kita tidak perlu membedah ekonomi suatu negara sampai ke akar-akarnya seperti profesor ekonomi. Cukup ambil data intinya saja. Berikut adalah alur kerja atau rutinitas yang bisa kalian terapkan agar trading lebih terarah dan tenang.

1. Cek Jadwal Berita Sebelum Masuk Pasar

Langkah pertama yang paling logis adalah cek dulu “Jadwal Kereta” hari ini. Biasanya trader mengecek kalender ekonomi di pagi hari (sekitar jam 5 atau 6 WIB). Fokus saja pada berita yang bertanda merah atau High Impact.

Tujuannya untuk menentukan Bias Harian. Misalnya, hari ini ada berita Inflasi Amerika (CPI) yang diprediksi naik. Secara teori ekonomi dasar, inflasi naik biasanya direspon dengan kenaikan suku bunga, yang membuat mata uang Dolar (USD) menguat. Jadi, bias atau pegangan kalian hari ini adalah: “Dolar kemungkinan kuat”. Simpan ini sebagai filter awal.

2. Cari Area Masuk Pakai Analisa Teknikal Sederhana

Setelah punya pegangan (misal: Dolar Kuat), baru kita buka chart di aplikasi trading forex kalian. Di sinilah peran analisa forex teknikal. Gunakan indikator yang kalian pahami, misalnya Support Resistance atau Moving Average.

Tugas teknikal di sini adalah mencari “Diskon”. Kalau pegangannya Dolar Kuat (Mau Buy USD), jangan langsung beli saat harga lagi tinggi-tingginya. Tunggu harga koreksi turun dulu ke area Support. Teknikal membantu kita untuk tidak serakah dan masuk di harga yang lebih masuk akal.

3. Cari Titik Temu Antara Data dan Grafik

Ini adalah filter terakhir sebelum kalian memutuskan transaksi. Apakah data fundamental dan grafik teknikal saling mendukung?

  • Kondisi Ideal: Fundamental bilang Dolar Kuat. Di grafik, harga Dolar memang sedang tertahan di Support dan mulai memantul naik. Ini momen yang pas buat masuk.
  • Kondisi Meragukan: Fundamental bilang Dolar Kuat. Tapi di grafik, harga Dolar malah jebol Support ke bawah dengan kencang.

Kalau kondisinya meragukan, opsi terbaik bagi pemula adalah Wait and See alias jangan trading dulu. Banyak pemula rugi karena memaksakan masuk padahal sinyalnya bertabrakan. Tidak ada posisi (No Position) itu juga sebuah posisi yang aman.

4. Eksekusi dan Batasi Risiko

Kalau datanya sudah klop dan grafiknya mendukung, baru lakukan eksekusi (Entry). Waktu yang paling ramai biasanya saat sesi Eropa (siang) atau Amerika (malam).

Tapi ingat, seakurat apapun analisanya, pasar tetaplah tempat yang tidak pasti. Selalu pasang pembatas kerugian (Stop Loss). Anggap saja ini sabuk pengaman. Kita tidak pernah tahu kapan pasar bergerak anomali, jadi Stop Loss adalah satu-satunya hal yang bisa menjamin modal kita tidak habis dalam sekejap.

Contoh Kasus Penerapan Analisa Forex Akurat di Pair EURUSD

Supaya ada gambaran nyata, mari kita simulasikan di pair yang paling umum, yaitu EUR/USD (Euro vs Dolar AS).

Situasi Pagi Hari: Kalian baca berita, ternyata Bank Sentral Eropa (ECB) bilang ekonomi Eropa lagi lesu, sementara data tenaga kerja Amerika (NFP) diprediksi bagus banget.

  • Kesimpulan Fundamental: Euro lemah, Dolar kuat. Artinya pair EUR/USD trennya kemungkinan turun (Sell).

Cek Grafik (Siang Hari): Kalian buka chart H1 (1 Jam). Ternyata harga EUR/USD sedang naik sedikit (Pullback) menuju garis Resistance atau rata-rata pergerakan harga (MA 200).

  • Konfirmasi Teknikal: Harga menyentuh Resistance dan tidak kuat naik lagi (muncul candle penolakan).

Keputusan: Karena fundamental bilang turun dan teknikal menunjukkan harga mentok di atap (Resistance), maka kalian ambil posisi SELL. Ini adalah contoh analisa forex akurat yang objektif. Bukan hanya tebak-tebakan, tapi karena memang ada alasan logis di balik keputusan tersebut.

Pemula Perlu Gak Sih Sampai Segitunya Atau Copy Trading Aja

Mungkin ada yang mikir, “Waduh, ribet juga ya harus cek berita dan chart. Saya kerja kantoran, nggak sempat.” Keresahan ini wajar banget. Metode gabungan ini memang butuh waktu dan dedikasi. Kalau kalian merasa belum sempat belajar sedalam itu, Copy Trading bisa jadi alternatif atau jembatan awal.

Tapi jangan asal ikut-ikutan. Copy trading itu bukan pasrah 100%. Gunakan fitur ini buat belajar.

  • Pilih Master Trader yang profilnya jelas, melihat apakah dia tipe yang “seruduk” (agresif) atau tipe hati-hati.
  • Perhatikan saat dia ambil posisi. “Kok dia ambil Sell ya? Oh, ternyata berita USD lagi bagus.”
  • Jadikan posisi Master Trader sebagai bahan perbandingan dengan analisa kalian sendiri.

Jadi, copy trading bukan alasan untuk malas, tapi alat bantu untuk kalian yang waktunya terbatas sambil pelan-pelan memahami ritme pasar.

Solusi Trading Harian Komplit Bersama Broker Maxco

Teori gabungan ini emang manis di bibir tapi prakteknya butuh alat perang yang proper. Kalian butuh broker yang memberi amunisi data dan edukasi biar kalian nggak tersesat.

Solusi paling netral dan masuk akal untuk eksekusi strategi ini adalah Maxco. Kenapa Maxco bisa jadi partner yang pas untuk strategi ini?

Punya Akun Telegram Harian Gratis

Buat kalian yang malas atau nggak sempat riset berita sendiri, Maxco punya solusi “jalan tikus”. Mereka punya Channel Telegram Eksklusif yang isinya daging semua. Tiap hari ada update analisa harian, tips trading, sampai sinyal yang bisa kalian jadikan referensi. Cara masuknya gampang, kalian tinggal hubungi Customer Service Maxco dan minta di-invite. Ini gratis tis! Jadi kalian punya “contekan” valid buat analisa forex harian tanpa perlu pusing baca berita bahasa Inggris.

Memfasilitasi Akun Demo Untuk Latihan

Sebelum kalian setor uang “dingin” kalian, Maxco menyediakan Akun Demo dengan saldo virtual. Pakai akun ini untuk mengetes strategi gabungan tadi. Coba baca sinyal di Telegram Maxco, terus eksekusi di akun demo. Kalau hasilnya konsisten profit, baru deh gas ke akun real. Ini cara paling aman buat belajar tanpa resiko bangkrut.

Jadi daripada ribut di grup Telegram debat kusir soal mana yang lebih sakti, mending gabungin dua jurus ini dan memanfaatkan fasilitas gratisan dari Maxco untuk bantu analisa. 

Q&A

Bagaimana cara analisa trading forex yang benar? 

Tidak ada cara yang paling benar atau salah, yang ada adalah cara yang paling cocok dengan gaya kalian. Namun, metode yang umum dipakai profesional adalah Top-Down Analysis

Mulai dari melihat sentimen ekonomi global (Fundamental) untuk menentukan arah besar, lalu turun ke melihat grafik (Teknikal) untuk menentukan kapan waktu masuknya. Cara ini dianggap lebih objektif karena menggabungkan “sebab” (berita) dan “akibat” (pergerakan harga).

Mengapa analisis teknikal itu penting? 

Analisis teknikal penting karena pasar digerakkan oleh manusia yang punya psikologi sama, yaitu takut dan serakah. Pola-pola di grafik (chart) sebenarnya adalah cerminan dari psikologi massal tersebut. 

Teknikal membantu kita melihat di level harga berapa orang-orang menganggap harga sudah “kemahalan” (Resistance) atau “kemurahan” (Support), sehingga kita tidak asal masuk pasar di harga yang buruk.

Apa itu analisa fundamental forex? 

Secara sederhana, analisa fundamental adalah cara menilai kekuatan mata uang suatu negara berdasarkan kondisi ekonominya. Ibarat raport sekolah, kalau nilai ekonominya bagus (inflasi terkendali, pertumbuhan tinggi, suku bunga menarik), maka mata uang negara tersebut layak “dibeli” atau menguat. 

Ini adalah penggerak utama tren harga dalam jangka panjang yang sering menjadi dasar keputusan para investor besar.

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.