Menjelang Laporan Keuangan Q4, Pasar Uji Arah Pemulihan 3M
3M Company bersiap merilis laporan keuangan kuartal keempat (Q4) di tengah perhatian investor yang masih tertuju pada proses pemulihan fundamental perusahaan. Setelah melewati periode tekanan akibat litigasi, restrukturisasi, dan pelemahan permintaan global, laporan Q4 ini dipandang sebagai momen penting untuk menilai apakah perbaikan operasional yang dijalankan manajemen mulai menunjukkan hasil yang berkelanjutan.
Secara umum, ekspektasi pasar terhadap kinerja Q4 bersifat moderat. Investor tidak hanya menunggu angka pendapatan dan laba per saham, tetapi lebih fokus pada kualitas kinerja tersebut—terutama stabilitas margin, arus kas, serta arah panduan (guidance) manajemen untuk tahun 2026. Dalam konteks ini, laporan Q4 berfungsi sebagai indikator awal arah strategi jangka menengah 3M.
Dari sisi positif, langkah efisiensi biaya dan fokus ulang pada bisnis inti industrial dan safety mulai memberi sinyal stabilisasi. Manajemen dinilai semakin disiplin dalam pengelolaan biaya dan operasional, yang berpotensi menopang profitabilitas meskipun pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya agresif. Kondisi ini membuka peluang bagi 3M untuk membangun kembali kepercayaan pasar secara bertahap.
Namun demikian, risiko struktural masih membayangi. Kewajiban litigasi yang belum sepenuhnya terselesaikan tetap menjadi faktor penekan valuasi saham. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi permintaan sektor industri membuat prospek pertumbuhan jangka pendek masih rentan. Oleh karena itu, pasar akan mencermati dengan saksama apakah perbaikan kinerja Q4 bersifat fundamental atau hanya efek sementara dari penyesuaian biaya.
Dalam jangka pendek, reaksi pasar terhadap laporan Q4 diperkirakan akan cukup volatil. Hasil kinerja yang sejalan dengan ekspektasi, namun disertai guidance 2026 yang lebih optimistis, berpotensi menjadi katalis positif bagi saham 3M. Sebaliknya, panduan yang terlalu konservatif dapat memperkuat pandangan bahwa pemulihan masih membutuhkan waktu lebih panjang.
Secara keseluruhan, laporan keuangan Q4 3M tidak sekadar menjadi laporan historis, melainkan ujian kredibilitas arah pemulihan perusahaan. Pasar kini menempatkan 3M pada fase “prove it”, di mana konsistensi strategi dan kejelasan prospek ke depan akan menjadi faktor utama penentu sentimen investor.

3M Earning Report
Inti Artikel
- 3M Company (NYSE: MMM) dijadwalkan merilis laporan pendapatan Q4 2025 pada 20 Januari 2026, sebelum pasar dibuka.
- Para analis memperkirakan earnings per share (EPS) sekitar $1,80, naik dari $1,68 pada periode yang sama tahun lalu.
- Estimasi pendapatan konsensus diperkirakan sekitar $6,02 miliar, lebih tinggi dari sekitar $5,81 miliar di tahun sebelumnya.
Pandangan Analis
Beberapa analis dari Wall Street telah memperbarui pandangan mereka terhadap saham 3M menjelang laporan:
- JP Morgan menurunkan rating saham dari Outperform menjadi Neutral (target harga $182).
- Deutsche Bank menurunkan rating dari Buy ke Hold (target harga dari $199 → $178).
- Barclays mempertahankan Overweight dan menaikkan target harga (dari $180 → $190).
- UBS mempertahankan Buy dan juga menaikkan target harga (ke $190).
Secara umum, analis melihat ekspektasi pendapatan dan laba yang lebih kuat dibanding tahun lalu, tapi beberapa juga mulai lebih berhati-hati dengan valuasi saham.



APA YANG DINYATAKAN ANALIS

Short – Medium Term Projection

Prediksi untuk 3M untuk saat ini Harga cenderung akan menurun karena terdapat pembentukan Triple top yan terbentuk sehingga dengan ini Harga berpotensi untuk menurun. Secara perbandingan arah Harga juga menunjukan bahwa Harga lebih rendah dari Harga tertinggi sebelumnya di resistance terakhir sehingga dengan ini peluang penurunan masih kuat.
Selain itu factor yang mendukung untuk penurunan ini juga terbentuk karena Swing high. Rekomendasi :
Strategi
| Sell 3M Goldman Sach – GS | ||
| Entry | 166.77 | |
| Take Profit | 153.69 | |
| Stoploss | 177.59 |
Disclaimer On
Ade Yunus ST, WPA : Global Market Strategies
Andrew Fischer : Market Analyst