MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Core PCE AS Diperkirakan Melandai ke 0,3%, Pasar Menanti Sinyal Baru The Fed

Maxco Futures – Pasar keuangan global bersiap menghadapi rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat pada Jumat malam (13 Maret 2026). Data yang akan diumumkan pada pukul 19:30 WIB tersebut berpotensi menjadi penentu arah pergerakan dolar AS dan aset berisiko dalam jangka pendek.

Tiga indikator utama yang menjadi perhatian investor adalah Core PCE Price Index, Durable Goods Orders, dan revisi kedua pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) kuartal keempat. Ketiga data ini akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi inflasi, aktivitas industri, serta kekuatan ekonomi Amerika Serikat.

Bagi pelaku pasar global, kombinasi data tersebut menjadi indikator penting untuk menilai arah kebijakan moneter dari Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Core PCE Jadi Fokus Utama Investor

Dari ketiga indikator tersebut, perhatian terbesar tertuju pada Core PCE Price Index, yang merupakan ukuran inflasi utama yang digunakan oleh Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Konsensus pasar memperkirakan Core PCE pada Januari akan naik 0,3% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya. Jika proyeksi ini terealisasi, kondisi tersebut dapat memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat mulai mereda setelah periode inflasi yang relatif tinggi sepanjang tahun lalu.

Bagi pembuat kebijakan di bank sentral AS, penurunan inflasi yang konsisten menjadi syarat utama sebelum mempertimbangkan perubahan arah kebijakan moneter. Investor saat ini mencoba menilai apakah tren moderasi inflasi tersebut cukup kuat untuk membuka ruang pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Durable Goods Orders Cerminkan Aktivitas Industri

Selain data inflasi, pasar juga akan mencermati rilis Durable Goods Orders, yang mencerminkan permintaan terhadap barang tahan lama seperti mesin, kendaraan, dan peralatan industri.

Pesanan barang tahan lama pada Januari diperkirakan meningkat 0,3% secara bulanan, berbalik dari kontraksi -1,4% pada bulan sebelumnya. Meski menunjukkan adanya pemulihan, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi awal yang sempat memperkirakan kenaikan lebih dari 1%.

Hal ini mengindikasikan bahwa momentum sektor manufaktur Amerika Serikat kemungkinan belum sepenuhnya pulih, seiring dengan kondisi suku bunga tinggi yang masih menekan aktivitas investasi bisnis.

Revisi GDP Kuartal IV Diperkirakan Stabil

Selain dua indikator tersebut, pemerintah Amerika Serikat juga akan merilis estimasi kedua pertumbuhan GDP kuartal keempat. Data ini diperkirakan tetap berada di 1,4% secara kuartalan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,4% pada kuartal sebelumnya.

Perlambatan tersebut mencerminkan normalisasi aktivitas ekonomi setelah lonjakan konsumsi dan belanja pemerintah pada periode sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan yang masih positif menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap berada dalam kondisi yang relatif stabil.

Bias Penguatan Indeks Dolar Masih Terjaga

Core PCE Jadi Fokus Utama Investor

Dari sisi teknikal, Indeks Dolar AS (DXY) masih menunjukkan potensi penguatan. Saat ini indeks bergerak di kisaran 100.01, dengan peluang kenaikan menuju area resistance harian di level 100.50 hingga 104.45.

Prospek penguatan indeks dolar ini menjadi perhatian penting bagi institusi keuangan dan pelaku pasar global. Kondisi tersebut juga mencerminkan adanya rotasi aset oleh investor, dari instrumen seperti emas dan saham menuju aset yang berbasis dolar AS.

Dampak Data terhadap Pasar Keuangan Global

Di pasar keuangan, kombinasi antara inflasi yang lebih moderat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat secara terkendali dapat menciptakan skenario yang relatif positif bagi aset berisiko.

Indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq-100 biasanya merespons positif terhadap tanda-tanda inflasi yang melandai. Inflasi yang lebih rendah dapat menurunkan tekanan terhadap suku bunga jangka panjang, yang pada akhirnya mendukung valuasi saham.

Sebaliknya, jika data inflasi kembali lebih tinggi dari ekspektasi pasar, imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi naik kembali. Kondisi tersebut biasanya mendukung penguatan dolar AS, namun dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan komoditas.

Dengan demikian, rilis data ekonomi malam ini berpotensi menjadi katalis utama volatilitas pasar, terutama bagi pasar forex, saham global, dan komoditas.

Disclaimer ON

Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.