Maxco Futures – Pergerakan Nikkei 225 futures pada perdagangan Kamis (12/3) masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Tekanan utama datang dari lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu aksi jual di pasar saham Asia.
Data terbaru menunjukkan Nikkei 225 futures diperdagangkan di sekitar 53.665 – 54.095, setelah dibuka di area 53.779. Sepanjang sesi, kontrak bergerak dalam kisaran 53.560 hingga 54.509.

Sentimen negatif ini terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak global yang kembali mendekati USD 100 per barel, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham.
Bagi Jepang, kenaikan harga energi menjadi faktor sensitif karena negara tersebut sangat bergantung pada impor minyak. Tekanan biaya energi berpotensi mengurangi margin perusahaan industri serta memperlambat pertumbuhan ekonomi domestik.
Analisa Teknikal NIKKEI 225

Gambaran teknikal menunjukkan kenaikan terbatas pada Tanggal 10 Maret 2026 tertahan di bawah garis level minat jual ideal di area 55.659 sementara itu indicator MACD saat ini berada di level – 264.4, 379 dan stochastic pada grafik harian berada di area 64, 57 di bawah area 70 yang dipersepsi merupakan area ( Jenuh Beli ). Potensi penurunan harga nampaknya masih terbuka untuk menguji level level strategis support intraday yakni di level 53300, 53000, dan Intraday Bearish Trigger terpantau saat ini berada di level 51890 dan 50850.
Secara umum indikator harian masih menunjukkan sinyal “strong sell”, yang mengindikasikan momentum bearish jangka pendek masih dominan. Namun, setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir, pasar tetap berpeluang mengalami technical rebound apabila sentimen global mulai stabil.
Disclaimer ON
Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies