MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Rate Differential dan Growth Gap Batasi Upside EUR/USD

Maxco FuturesEUR/USD bergerak dalam kisaran sempit namun dengan bias defensif, seiring investor menimbang kembali prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve dan European Central Bank. Divergensi arah suku bunga kembali menjadi tema dominan di pasar valuta asing, menjaga dolar AS tetap unggul terhadap mata uang tunggal Eropa.

Di Amerika Serikat, data ekonomi yang relatif tangguh memperkuat argumen bagi The Fed untuk mempertahankan sikap hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga. Inflasi yang melambat namun belum sepenuhnya jinak, berdasarkan data resmi Consumer Price Index (CPI), ditambah pasar tenaga kerja yang masih solid menurut laporan Bureau of Labor Statistics (BLS), mendorong imbal hasil obligasi AS bertahan di level kompetitif. Yield yang lebih tinggi, sebagaimana tercermin pada data U.S. Treasury, memperlebar selisih dengan obligasi pemerintah Jerman yang dipantau melalui Bundesbank, menciptakan daya tarik tambahan bagi aset berbasis dolar dan menekan euro.

Sebaliknya di kawasan euro, momentum pertumbuhan tetap rapuh. Aktivitas manufaktur masih terkontraksi di beberapa ekonomi inti, sementara pemulihan permintaan domestik berjalan lambat. Inflasi yang turun lebih cepat dibanding AS memberi ruang bagi ECB untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan. Namun langkah tersebut berisiko memperdalam selisih suku bunga dengan AS, faktor yang secara historis menjadi pendorong pelemahan EUR/USD.

Pergerakan pasangan ini juga sensitif terhadap sentimen risiko global. Dalam periode volatilitas pasar atau meningkatnya ketegangan geopolitik, dolar cenderung mendapatkan aliran dana sebagai aset lindung nilai. Sebaliknya, ketika pasar ekuitas global menguat dan volatilitas mereda, euro berpeluang mengurangi tekanan.

Untuk saat ini, fokus pelaku pasar tertuju pada rangkaian data inflasi dan tenaga kerja AS berikutnya serta sinyal kebijakan terbaru dari pejabat bank sentral di kedua sisi Atlantik. Selama ekonomi AS menunjukkan ketahanan relatif dan The Fed menahan diri dari pemangkasan agresif, dolar kemungkinan tetap didukung. Tanpa kejutan negatif dari data AS atau perbaikan tajam di Eropa, ruang penguatan euro terlihat terbatas dalam jangka pendek.

ANALISA TEKNIKAL EUR/USD

Secara teknikal EUR/USD pada pergerakan Harian menunjukkan potensi penurunan setelah mata uang Kawasan Eropa ini di tutup di bawah harga terendahnya di 1.1809 pada penutuoan hari jumat lalu. EURUSD terpantau menyentuh harga tertinggi di level 1.2081 yang merupakan level harga pada sudut pergerakan bearish medium pada tanggal 25 Januari 2026 lalu.

EUR/USD terpantau menyentuh harga tertinggi di level 1.2081

Secara teknikal, ruang kenaikan harga mulai menunjukkan keterbatasan. Area 1.1829–1.1870 kini menjadi zona uji resistance krusial, di mana tekanan jual cenderung meningkat setiap kali harga mendekati rentang tersebut. Struktur ini mengindikasikan bahwa reli sebelumnya mulai kehilangan momentum, sementara rasio risk-reward untuk posisi beli semakin tidak atraktif pada level saat ini.

Indikator momentum memperkuat sinyal perlambatan tersebut. Histogram MACD masih berada di area positif pada 0.00751 dengan garis MACD di 0.00712, namun jarak yang semakin menyempit antara keduanya mencerminkan pelemahan dorongan bullish. Kondisi ini kerap menjadi fase transisi sebelum terbentuknya koreksi yang lebih dalam, terutama apabila terjadi crossover ke bawah dalam beberapa sesi ke depan.

Dari perspektif time frame mingguan, Stochastic menunjukkan death cross di kisaran 53.07. Sinyal ini penting karena muncul setelah fase overbought yang cukup panjang, mengindikasikan distribusi bertahap dan potensi perubahan siklus jangka menengah. Selama indikator tidak kembali berbalik naik dan menembus area 60–70, bias teknikal cenderung condong ke fase konsolidasi hingga korektif.

Dengan mempertimbangkan struktur harga dan konfirmasi indikator, potensi penurunan dipandang sebagai koreksi sehat atas kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa periode terakhir. Area 1.1540 menjadi support pertama yang berpotensi menjadi zona rebalancing pasar. Jika tekanan jual berlanjut, level 1.1270 muncul sebagai support medium-term yang sekaligus merepresentasikan area minat beli strategis.

Secara keseluruhan, bias teknikal jangka pendek hingga menengah mulai bergeser dari fase ekspansi menuju fase koreksi terukur, dengan risiko penurunan yang relatif lebih besar dibandingkan peluang kenaikan lanjutan dalam waktu dekat.

Disclaimer ON

Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies

Simulasikan
Market Sekarang!

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.