Maxco.co.id – Untuk bisa mengkonversi profit dari market yang ketidakpastiannya tinggi seperti saat ini, traders perlu lebih adaptif mengikuti kondisi market yang dinamis. Namun apabila kita melihat pola-pola candle yang terbentuk di chart seperti salah satunya bullish engulfing, dari dulu hingga saat ini masih sama.
Apakah perlu adanya perubahan perspektif untuk meraih profitable? Ataukah pola candle “jadul” saja cukup?. Kali ini kita akan bahas satu pola yang powerfull yaitu bullish engulfing dan bagaimana cara memaksimalkan untuk bisa jadi profitable trader. Simak artikel ini sampai habis!
Pertarungan Psikologis Pelaku Pasar
Sebelum itu, traders harus pahami dulu bahwa pola candlestick yang terbentuk adalah hasil dari pertarungan psikologis pelaku pasar. Antara buyer melawan seller, antara yang takut melawan yang “greedy”, antara smart money melawan retail, dst bisa dicerminkan lewat grafik.

Maka sebagai pelaku pasar, jangan sampai menganggap chart pattern itu dengan cara dipandang sebelah mata. Dalam artian mungkin sebagian traders berfikir bahwa chart pattern hanya pola acak yang terbentuk dan tidak memiliki dampak terhadap pergerakan harga. Namun dari sisi sebagian pelaku pasar lainnya, chart pattern adalah kompas bagi para traders untuk melihat arah pergerakan di masa mendatang.
Conviction, Mindset Tepat Antara Profitable Traders dengan Pemula
Terlepas dari banyaknya teori pola-pola yang terbentuk di market ini works atau tidak, yang terpenting adalah “conviction” atau keyakinan. mindset inilah yang bisa menjadikan jurang perbedaan antara traders yang sudah profitable dengan traders yang baru belajar.

Kembali ke pembahasan utama salah satu candlestick pattern, yaitu bullish engulfing. Secara sederhananya pattern ini sebenarnya termasuk price action yang bisa dijadikan tolak ukur untuk entry. Intinya kita melihat pembalikan arah dari tren turun ke tren naik dari bullish engulfing ini.
Bullish Engulfing, Jejak Yang Dijadikan Sinyal Perubahan Arah
Bullish engulfing disini jika dilihat dari sisi visual, merupakan “jejak” yang ditinggalkan para seller yang selanjutnya datang tiba-tiba buyer kuat yang langsung mendominasi hingga trennya berubah. Formasinya terdiri dari dua candle.
Pertama candle merah kecil dan selanjutnya terbentuk candle hijau yang seolah-olah “memakan” candle merah sebelumnya. Yaitu high dan low candle hijau lebih lebar dari candle merah seperti ini:

Berdasarkan studi oleh Thomas Bulkowski dalam bukunya “Encyclopedia of Candlestick Charts”, pola bullish engulfing memiliki tingkat keberhasilan di angka 63%. Apakah tingkat keberhasilan seperti ini bisa mendukung traders langsung profitable? Jawabannya adalah tidak!.
Traders tidak secara otomatis langsung menjadi profitable, karena tentunya banyak faktor lainnya yang perlu dipraktekkan agar bisa meraih profit dari market.
Bullish Engulfing Yang Valid
Sebisa mungkin traders tidak hanya mengandalkan satu pola ini saja tanpa melihat faktor lain. Dari tata letak pola yang ditemukan juga sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dari pattern ini. Pola yang sama namun berada di lokasi yang berbeda tentu akan berada jauh juga hasilnya.
Key level seperti area support atau resistance tetap menjadi pedoman atau basic bagi traders untuk melihat struktur harga, apakah sedang terjadi uptrend, downtrend, atau sideways.

Nah karena kita fokus membahas bullish engulfing, maka area yang tepat untuk kita bisa entry ada di level supportnya. Ada dua skenario yang bisa diambil yaitu ketika terjadi up trend di penghujung koreksinya, atau di level support saat terjadi sideways.
Apabila sedang terjadi downtrend, dengan mengandalkan bullish engulfing ini cenderung memiliki risiko yang lebih besar karena melawan tren utamanya atau counter trend. Jadi kita bisa skip terlebih dahulu untuk strategi counter trend saat ini.
Penerapan Bullish Engulfing di Key Level
Sekali lagi, penempatan lokasi itu sangat penting. Apabila muncul bullish engulfing yang tidak ideal di lokasi “random” sering kali hanya berupa fakeout saja. Maka dari itu bullish engulfing lebih baik digunakan di key level seperti area support.
Sebelum entry, pastikan bullish engulfing ini confirm yaitu setelah close candle. Hindari fomo saat candle sedang berjalan.
Indikator Tambahan Untuk Cek Momentum
Selain pola bullish engulfing di area support, lebih baik lagi ditambahkan dengan indikator momentum. Untuk memastikan bahwa memang terdapat pull back di area support tersebut bisa menggunakan indikator commodity channel index (CCI) periode 50 dengan level index di 50 sebagai konfirmasi.
Caranya, tunggu CCI menembus ke atas level 50 sebagai konfirmasinya. Lalu kita kombinasikan semuanya antara pola bullish engulfing tepat di area support dengan indikator CCI juga ketika menembus ke atas level 50 seperti ini:

Peluang Cuan Saat High Impact News
Selain dari strategi full teknikal yang dibahas tadi, metode ini juga bisa digunakan saat ada momen news high impact. Apa itu news high impact? simpelnya perilisan berita ekonomi dalam periode tertentu (bisa dirilis per bulan, per minggu, atau setiap beberapa bulan) yang memberikan dampak pergerakan langsung di market.
Sebagai contoh, data yang dirilis setiap bulan yaitu data pasar tenaga kerja AS di luar pertanian (Non Farm Employment Change). Intinya pasar tenaga kerja bisa mencerminkan kondisi suatu negara. Apabila tenaga kerjanya bagus, maka ekonominya pun bagus, begitu juga sebaliknya apabila di suatu negara banyak yang nganggur maka ekonominya buruk.

Nah, di momen ini lah kita bisa memanfaatkan peluang lebih maksimal dengan metode tadi. Karena pergerakan sekaligus volatilitas yang lebih besar daripada pergerakan saat tidak ada perilisan data ekonomi.
Seringkali detik-detik perilisan data, candle langsung membentuk candle signifikan seperti candle marubozu. lalu saat close candle pada akhirnya membentuk bullish engulfing.
Money Manajemen dan Psikologi Trading
Tidak lengkap rasanya membahas strategi tanpa money manajemen dan psikologi yang benar. Pada akhirnya suatu metode itu merupakan probability. Tidak ada kepastian di market. Bahkan sekelas hedge fund atau institusi besar sekalipun pasti mengalami loss juga. Tinggal bagaimana cara mengelola risiko dengan mindset yang tepat.
Traders bisa coba menggunakan metode ini dengan money manajemen rules 1% per transaksi. Artinya setiap posisi kita yang dieksekusi apabila terkena stop loss hanya senilai 1% dari total modal yang traders gunakan. Namun untuk targetnya bisa lebih besar dari 1%, misal 2%. Jadi rasio antara risiko dengan profit adalah 1:2.
Meski traders mengalami loss beruntun dua kali, sekalinya profit loss tersebut bisa ditambal oleh profitnya. Tentunya mindset trading yang tepat harus sejalan juga, dengan menjaga psikologi traders, seperti hindari FOMO (fear of missing out) saat entry, hindari over trades, dan hindari overconfidence.
Kesimpulan
Metode gabungan bullish engulfing dengan indikator ini bisa digunakan di berbagai kondisi. Seperti saat sideways, saat terjadi up trend, bahkan menjelang perilisan news high impact. Tinggal disiplin dan konsisten saja agar hasilnya optimal.
Jika traders ingin mencoba metode trading tadi bisa dicoba di akun demo Maxco atau langsung buat akun realnya dengan klik link ini. Terakhir, trading bukan skema instan menjadi kaya raya, tapi “at least” ketika tau cara trading yang tepat, potensi cuannya tak terbatas! Sampai bertemu di artikel selanjutnya.