Pasar keuangan global kembali diguncang oleh rilis data ekonomi paling berpengaruh di bulan Februari 2026, yaitu Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Dalam sesi Live Analysis terbaru yang diselenggarakan oleh Maxco Futures, Bapak Ade Yunus (Strategic Global Market R&D Maxco) bersama Anne Milaakbar selaku Host Maxco Futures, membedah implikasi rilis data inflasi ini terhadap pergerakan harga emas (XAU/USD), Indeks Dolar AS (DXY), hingga strategi yang harus diambil para trader menjelang akhir pekan.
Kejutan CPI: Inflasi Sesuai Ekspektasi, Dolar AS Tertekan
Rilis data CPI tahunan (Year-on-Year) AS menunjukkan angka 2,5%, melandai dari periode sebelumnya sebesar 2,6% [07:14]. Penurunan ini sejalan dengan konsensus pasar dan memberikan sinyal awal bahwa tekanan inflasi di Amerika Serikat mulai mendingin. Di sisi lain, Core Inflation Rate (inflasi inti) bulanan tercatat sebesar 0,3%, sedikit di atas prediksi beberapa analis namun tetap menunjukkan tren melandai secara keseluruhan jika dibandingkan dengan data penutupan tahun lalu [15:57].
Reaksi pasar terpantau cukup instan. Indeks Dolar AS (DXY) mengalami pelemahan tipis segera setelah data dirilis, yang secara otomatis mendorong harga emas merangkak naik sebagai aset pelindung nilai (safe haven) [24:08]. Melandainya inflasi ini membuka ruang spekulasi bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk mulai mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada kuartal pertama atau kedua tahun 2026 [04:25].

Analisis Teknikal XAU/USD: Mencari Puncak Koreksi
Meskipun emas menunjukkan perlawanan naik pasca rilis CPI, Bapak Ade Yunus memberikan catatan penting terkait struktur teknikal emas saat ini. Emas baru saja mengalami aksi jual dramatis dari level puncaknya di $5.600 menuju area $4.800-an akibat pengaruh data Existing Home Sales yang buruk sehari sebelumnya [03:44].
1. Area Minat Jual (Supply Zone) Secara teknikal, kenaikan emas saat ini masih bersifat koreksi minor. Bapak Ade mengidentifikasi area $5.025 hingga $5.041 sebagai area Supply atau minat jual yang kuat [17:04]. “Kami mengekspektasikan kenaikan harga masih terbatas di kisaran $5.025 – $5.040. Level ini merupakan area ideal bagi trader untuk mencari peluang jual kembali guna mengejar target bawah (bottoming price),” jelas Bapak Ade [16:47].
2. Tren Utama dan Siklus Harga Meskipun tren jangka pendek menunjukkan potensi pelemahan, tren besar (major trend) emas sejak November-Desember tetap dalam jalur bullish yang positif [27:13]. Bapak Ade menekankan bahwa institusi besar dan big players biasanya tidak membeli emas di harga atas. Mereka justru menunggu momentum harga jatuh (diskon) untuk melakukan akumulasi pembelian kembali di level bawah [30:38].
Sektor Properti dan Dampaknya pada Kebijakan The Fed
Salah satu poin menarik dalam diskusi ini adalah korelasi antara sektor properti dan inflasi. Turunnya data penjualan rumah bekas (Existing Home Sales) menjadi 3,91 menjadi alarm bagi ekonomi AS [05:43]. Sektor properti yang sensitif terhadap suku bunga tinggi kini memberikan tekanan pada The Fed untuk segera menurunkan biaya pinjaman. Jika inflasi terus melandai dan sektor properti melesu, desakan untuk kebijakan Dovish (longgar) akan semakin menguat, yang pada akhirnya akan menjadi bensin bagi kenaikan harga emas jangka panjang [13:34].
Dinamika Mata Uang: USD/JPY dan DXY
Pelemahan Dolar AS tidak hanya berdampak pada emas, tetapi juga pada pasangan mata uang utama lainnya:
- USD/JPY: Yen Jepang terpantau menguat secara signifikan. Dari level strategis $158 yang sering dimention oleh tim R&D Maxco, kini pasangan ini telah turun menuju area $153-$152 [24:46].
- Mata Uang Eropa: Euro (EUR) dan Poundsterling (GBP) turut memanfaatkan pelemahan DXY untuk mencetak kenaikan harian yang cukup positif pasca rilis CPI [24:56].
Strategi Trader: Manajemen Risiko adalah Kunci
Menutup sesi analisis, Maxco mengingatkan para trader untuk tetap waspada terhadap volatilitas akhir pekan. Penggunaan Stop Loss (SL) di level strategis seperti $4.933 menjadi wajib untuk melindungi modal [23:34]. Bapak Ade menyarankan trader untuk tidak terjebak dalam emosi pasar dan selalu berpegang pada rencana trading (trading plan).
Maxco juga mengumumkan program spesial menyambut bulan Ramadan, yaitu Trading Kompas Ngabuburit. Program ini akan memberikan arahan trading harian secara langsung setiap Senin hingga Jumat, membantu trader meraih profit sekaligus ilmu selama bulan suci [32:47].
Kesimpulan
Data CPI Februari 2026 yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, namun jalan menuju pemangkasan suku bunga masih bergantung pada data ekonomi lainnya. Bagi trader emas, area di atas $5.025 tetap menjadi zona krusial yang harus dipantau untuk aksi koreksi lebih lanjut. Pastikan Anda selalu memperbarui analisis Anda melalui platform Maxco Futures untuk mendapatkan insight paling update dari pasar global.
Disclaimer: Artikel ini merupakan opini dan analisis pasar, bukan ajakan untuk melakukan transaksi. Keputusan trading sepenuhnya berada di tangan nasabah. Trading derivatif mengandung risiko tinggi.