Memasuki awal Februari 2026, pasar keuangan global kembali menyoroti dua bank sentral utama Eropa: Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB). Keduanya dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari yang sama, dengan konsensus pasar menunjukkan tidak ada perubahan suku bunga.
Namun, di balik keputusan yang tampak “datar”, tersimpan perang kebijakan moneter yang menentukan arah mata uang, obligasi, dan sentimen risiko di Eropa. Perbedaan kondisi ekonomi Inggris dan Zona Euro membuat pendekatan BoE dan ECB semakin kontras.
Prediksi Fundamental Keputusan Suku Bunga
| Bank Sentral | Suku Bunga | Konsensus | Bias Kebijakan |
| BoE (Inggris) | 3,75% | Tahan | Hawkish ringan |
| ECB (Zona Euro) | 2,15% | Tahan | Dovish defensif |
Kedua bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, namun pasar akan fokus pada:
- Nada pernyataan (hawkish vs dovish)
- Proyeksi inflasi dan pertumbuhan
- Sinyal arah kebijakan selanjutnya

Review Bank of England (BoE) dan Kondisi Ekonomi Inggris
Kondisi Ekonomi Inggris masih menghadapi inflasi jasa yang lengket, khususnya dari:
- Upah tenaga kerja
- Sektor jasa domestik
- Biaya hidup pasca tekanan energi
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi relatif rapuh, dengan konsumsi rumah tangga mulai melambat akibat beban bunga tinggi.
Sikap Kebijakan BoE dalam kondisi yang sangat sulit yang di picu oleh Inflasi belum sepenuhnya jinak namun ruang kenaikan suku bunga semakin sempit oleh karena itu, BoE cenderung menahan suku bunga lebih lama dengan komunikasi hawkish ringan, menekankan bahwa penurunan suku bunga belum menjadi agenda dekat.
Implikasi Pasar
- GBP relatif defensif
- Yield obligasi Inggris tetap tinggi
- Sensitif terhadap data inflasi dan tenaga kerja
Review ECB dan Kondisi Ekonomi Zona Euro
Kondisi Ekonomi Zona Euro menghadapi tantangan yang lebih berat:
- Pertumbuhan ekonomi stagnan
- Aktivitas manufaktur lemah
- Permintaan domestik masih rapuh
Inflasi memang telah turun mendekati target, namun itu terjadi bersamaan dengan pelemahan ekonomi, bukan karena kekuatan fundamental.
Sikap Kebijakan ECB cenderung lebih fokus menjaga stabilitas ekonomi:
- Risiko resesi lebih besar
- Tekanan deflasi mulai muncul di beberapa negara inti
ECB diperkirakan menahan suku bunga dengan nada dovish, membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih awal jika kondisi ekonomi memburuk.
Implikasi Pasar
- EUR cenderung tertekan
- Spread yield terhadap AS dan Inggris melebar
- Investor fokus pada sinyal pemangkasan suku bunga
Perang Suku Bunga: BOE vs ECB
| Aspek | BOE | ECB |
| Fokus utama | Inflasi & upah | Pertumbuhan ekonomi |
| Sikap kebijakan | Tahan lama (higher for longer) | Tahan potensi cut |
| Nada komunikasi | Hawkish ringan | Dovish |
| Dampak mata uang | GBP relatif kuat | EUR lebih lemah |
Perang ini bukan tentang siapa menaikkan suku bunga lebih tinggi, tetapi siapa yang bertahan paling lama sebelum melonggarkan kebijakan.
Dampak BOE dan ECB Terhadap Pasar Keuangan
Forex
- GBP/EUR berpotensi bullish
- EUR sensitif terhadap sinyal pemangkasan ECB
- Volatilitas meningkat saat konferensi pers
Obligasi
- Yield Inggris cenderung lebih stabil
- Obligasi Zona Euro berpotensi rally jika dovish
Risk Sentiment
- Sikap dovish ECB dapat mendukung aset berisiko
- Sikap BoE menahan ekspektasi easing agresif
Keputusan suku bunga BoE dan ECB Februari 2026 mungkin terlihat sama—sama-sama menahan suku bunga namun cerita di baliknya sangat berbeda.
- BoE berjuang menaklukkan inflasi yang bandel
- ECB berupaya menyelamatkan ekonomi yang melemah
Perbedaan arah kebijakan inilah yang menjadi inti Perang Suku Bunga BOE dan ECB, dan akan terus membentuk arah pasar Eropa dalam beberapa bulan ke depan.
| Ringkasan Dampak Trading Antar Aset | |||
| Aset | Hawkish | Base Case | Dovish |
| GBPUSD | Bullish | Sideways | Mixed |
| EURUSD | Sideways | Sideways | Bearish |
| GBP/EUR | Bullish | Bullish bertahap | Bullish kuat |
Ade Yunus, ST WPA
Global Market Stategies