Maxco.co.id – Pergerakan market di awal tahun 2026 sangat luar biasa volatile. Bisa kita lihat di pergerakan harga aset “sejuta umat” yang paling sering ditradingkan yaitu xauusd atau emas. Perlu diingat, trading emas itu identik dengan sensitivitasnya terhadap news. Kali ini kita akan explore tentang news forex yang mempengaruhi pergerakan market lebih dalam. Simak artikel ini sampai akhir ya!
Momentum Besar! Tidak Berani Ambil Posisi Atau FOMO?
Satu hal yang sering dihadapi oleh traders adalah saat terjadinya momentum besar di market, tentu pergerakan emas akan luar biasa cepat. Apakah pada saat itu kita berani untuk ambil posisi? atau justru traders malah ikut FOMO takut ketinggalan momentum?.

Dengan kita mengetahui update news forex, hal ini bisa dioptimalkan. Dalam artian, kita bisa menghindari FOMO untuk entry, dan tetap yakin dengan analisa sendiri di tengah volatilitas yang tinggi.
Seberapa Penting Mengetahui News Terkait Market?
Jawabannya adalah sangat penting. Meskipun sebagian traders yang membaca artikel ini trading menggunakan teknikal analisis, tidak ada salahnya jika kita lebih mengetahui berita-berita penting. Justru hal ini bisa memaksimalkan peluang profit di market sekaligus meminimalisir risiko yang dihadapi.
Sebelum membahas lebih dalam terkait faktor fundamental tentang news forex, kita kategorikan terlebih dahulu secara singkat fundamental analisis.

Pertama, berita yang biasanya membahas tentang perekonomian tentu ini salah satu yang perlu traders pantau. Sebagai contoh, media yang kredibel membahas seputar berita-berita makro ekonomi yang mempengaruhi pasar salah satunya ada bloomberg, CNBC dan juga reuters.
Gambaran News Forex Dari Media Besar
Setiap harinya jika traders pantau media yang disebutkan tadi, kita setidaknya bisa dapat gambaran dengan membaca berita misal terkait inflasi AS, sentimen geopolitik, kebijakan moneter bank sentral, dll.
Lalu yang kedua, setiap bulannya pasti ada event di kalender ekonomi yang bisa jadi patokan atau sinyal traders untuk melihat market. Sebagai contoh saat perilisan data ekonomi penting seperti data pasar tenaga kerja di luar pertanian (NFP), data aktivitas bisnis, data pertumbuhan ekonomi, kebijakan bank sentral (FOMC Meeting), dan masih banyak lagi.
News Forex Bulan Januari Sebagai Tolak Ukur Analisa di 2026
Banyak sekali update news baru di Januari awal tahun 2026 ini. Seperti geopolitik, kebijakan bank sentral AS (The Fed) mendatang, volatilitas di mata uang Jepang (JPY), dan masih banyak lagi akan dibahas di bawah ini.
1. Konflik Iran Vs Israel dan AS
Seperti yang kita ketahui, konflik Iran melawan Israel sekaligus AS masih terus berlanjut. Bahkan di awal tahun 2026 ini kembali memanas. Salah satunya ketika kondisi ekonomi di Iran semakin kacau seperti inflasi tidak terkendali dan juga krisis pangan disana, muncul konflik internal.

Logikanya, tentu Iran memerlukan biaya besar untuk mendanai “perang” saat terjadi konflik dengan Israel dan AS. Maka wajar apabila negaranya, khususnya di kondisi internal sedang kacau. Saat itulah momen dimana AS memanfaatkan situasi.
AS Ingin Menjatuhkan Kepemimpinan Iran
Akhirnya, di Iran terjadi demonstrasi besar-besaran bahkan hingga menjatuhkan ribuan korban jiwa. AS dengan dalih ingin membantu para demonstran keluar dari kekacauan, ada niatan lain yaitu menjatuhkan kepemimpinan Iran yang sudah berdiri puluhan tahun lamanya.
Ditambah juga tekanan dari luar yaitu AS dan Israel. AS sendiri saat ini mengirimkan armada besarnya ke laut mediterania. Dengan ancaman akan mengincar pemimpin Iran saat ini. Faktor geopolitik inilah, salah satu alasan yang mendorong kenaikan emas luar biasa kuat sejak awal tahun 2026.
2. Volatilitas Mata Uang Yen
Perlu diingat, kondisi perekonomian Jepang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Beberapa waktu lalu, Bank Sentral Jepang (BOJ) baru saja mengumumkan keputusan suku bunga tidak berubah. Dalam hal ini, tingkat suku bunga Jepang dibandingkan dengan negara utama lainnya itu jauh lebih kecil.

Ini salah satu faktor yang membuat Yen terus tertekan karena pelaku pasar bisa memanfaatkan selisih dari tingkat suku bunga mata uang Jepang dengan mata uang utama lain yang lebih besar tingkat suku bunganya.
Selain itu juga baru-baru ini ada volatilitas yang luar biasa yang disebabkan oleh penjualan obligasi Jepang secara masif dengan nilai setara 7 Triliun USD. Tentunya tidak hanya berpengaruh di Jepang saja, melainkan ada dampaknya juga dari sisi Dolar.
3. Kebijakan Bank Sentral Mendatang
Saat meeting FOMC di Januari ini, Powell mengumumkan sinyal kebijakan moneter AS dengan nada hawkish. Ia mengatakan bahwa tingkat suku bunga akan sulit di pangkas di periode mendatang. Hal ini disebabkan oleh tingkat inflasi AS yang saat ini belum mencapai target The Fed.

Menariknya setelah FOMC tersebut, normalnya USD menguat karena ekspektasi The Fed akan tahan suku bunga. Tapi pergerakan gold justru naik luar biasa cepat, terus mencetak rekor tertingginya hingga hampir menyentuh $5600 per troy onsnya.
Calon Pengganti Ketua Baru The Fed
Selanjutnya, ada isu juga yang berkembang di market bahwa, calon pengganti ketua The Fed yang baru, Rick Rieder cenderung akan lebih agresif pangkas suku bunga. Inilah yang mendorong gold hingga kenaikan luar biasa tinggi dalam waktu singkat.
Masih di hari yang sama, aksi taking profit tak terelakkan. Gold tiba-tiba anjlok dari kisaran all time high hampir sentuh $5600 ke kisaran $4680-an dalam waktu sekitar dua hari saja. Selain aksi taking profit tersebut, didukung juga oleh pemulihan dollar dan berkembangnya isu pengganti ketua The Fed baru yang justru cenderung lebih hawkish. Sesuai dengan stylenya Jerome Powell saat ini.
Skenario Pergerakan Gold Selanjutnya di 2026
Namun jika kita melihat secara teknikal, gold masih berpotensi besar untuk melanjutkan kenaikannya. Perlu diingat, kita baru memasuki awal tahun 2026. Jadi peluang kenaikan masih sangat besar.
Bisa dilihat secara teknikal, setelah koreksi cukup dalam gold masih tertahan di area support kuatnya di kisaran $4550 hingga $4650-an dengan target selanjutnya di kisaran $6000.

Beberapa analis dari bank besar memperkirakan emas masih akan menguat menuju level $6000 s/d $7150-an. Yang perlu dipantau adalah perkembangan geopolitik saat ini, yang tentu bisa terus memanas dan mendorong kembali kenaikan emas.
Kesimpulan
Kembali ke topik awal, dengan mengetahui news forex terupdate kita bisa memanfaatkan volatilitas sekarang ini dengan berfokus ke jangka panjang.
Artinya, koreksi yang cukup dalam ini bisa kita anggap sebagai harga “discount” emas dengan potensi kenaikan yang lebih besar di tahun ini.
Karena volatilitas yang luar biasa lebar, traders harus bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini dengan strategi trading masing-masing seperti memperlebar jarak stop loss untuk money manajemennya. Tentu agar tetap bisa mengkonversi cuan dari market.
Untuk bisa merasakan kondisi yang liar di market saat ini dengan tanpa resiko, traders bisa coba menggunakan akun demo terlebih dahulu dengan mendaftar di Maxco. Jangan sampai ketinggalan momentumnya ya traders! sampai bertemu di artikel selanjutnya!