Maxco.co.id – Baru di bulan Januari Tahun 2026 saja, pergerakan pasar saat ini begitu impulsif. Bisa dilihat dari meningkatnya volatilitas atau perubahan harga suatu aset, salah satunya emas. Kenaikan dan penurunan harga yang luar biasa cepat ini, akan terlihat lebih “extreme” jika dilihat dari kacamata scalper.
Tapi tentu dibaliknya ada potensi besar juga yang bisa kita ambil. Sebelum membahas potensinya, perlu dipahami scalping adalah suatu strategi trading dengan cara keluar masuk market dengan cepat. Pertanyaannya, apakah metode scalping saat ini masih relate digunakan untuk cari cuan di tahun 2026? simak artikel ini sampai akhir!
Profit Kecil Dengan Banyak Transaksi
Seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Kalimat itulah yang tercermin di seorang scalper. Ibarat seorang nelayan, ada beberapa style yang bisa kita lihat seperti berikut ini.

Ada nelayan yang menebar jala besar, kemudian tunggu berhari-hari sebelum diangkat dan mendapat banyak ikan (analogi swing trader). Ada juga nelayan yang tipikalnya “eceran” bisa menggunakan alat pancing, bisa pakai tombak, bisa pakai saringan kecil, dll (analogi scalper). Intinya keduanya sama-sama cari ikan.
Dari kedua tipe tadi, bukan berarti scalping terlihat lebih mudah, praktis atau bahkan lebih cepat dapat cuan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Penting untuk digaris bawahi adalah tidak ada yang instan. Setiap traders perlu dedikasi tinggi untuk mempelajar market agar bisa meraih cuan dari sana.
Evolusi Scalper Saat Ini
Kita akan bahas POV scalper dibandingkan dengan intraday dari beberapa sisi. Pertama jika melihat jangka waktu yang digunakan tentu akan sangat berbeda. Scalper biasanya menggunakan time frame M15, M5, bahkan hingga M1. Sedangkan intraday menggunakan time frame H4, H1, hingga M30, atau M15.

Kedua, dari sisi target poin (pips) untuk menggunakan stop loss, atau take profit. Menariknya saat ini tingkat volatilitas market khususnya pada pair xauusd sudah sangat berbeda dengan masa-masa sebelum Trump menjabat menjadi Presiden AS di periode kedua saat ini.
Sekarang di time frame M5 saja pergerakan bisa lebih dari 100 pips! yang notabenenya pada masa sebelum Trump menjabat periode kedua, pergerakan 100 pips baru bisa tercapai mungkin setelah setengah hari market open. Dua perbedaan waktu yang sangat signifikan perubahannya.
Scalper Rasa Intraday Trader
Untuk itu kini scalper di pair xauusd sudah berevolusi, ibarat scalper rasa intraday trader jaman dulu. Untuk itu ada beberapa hal yang harus di “update”, termasuk strategi yang digunakan untuk cari potensi cuan di xauusd.
Dibalik Keberhasilan Teknik Scalping
Sebelum membahas ke strategi scalping, traders perlu pahami satu hal ini, yaitu win rate. Win rate adalah rasio kemenangan dalam menggunakan suatu strategi. Jadi scalper yang berhasil memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, walaupun ini tidak mutlak.

Sebagai contoh, katakan dari 10 transaksi, 7 transaksi mengalami profit, dan 3 transaksinya loss. Artinya strategi tersebut memiliki win rate 70%.
Bagi seorang scalper, memiliki win rate yang tinggi sangat penting, karena scalper biasanya membuka banyak posisi dalam 1 hari. Maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi semakin baik.
Plus Minus Scalping Sebelum Menghadapi Real Market 2026
Keuntungan Scalper
- Durasi Lebih Cepat
Dari sisi durasi waktu yang cepat. Scalper bisa pilih sesi market yang cocok untuk scalping. Hal ini sekaligus bisa menghindari waktu perilisan data ekonomi “high impact”.
Di momen high impact news memungkinkan harga berbalik arah dengan cepat. Jadi sebagai seorang scalper, tinggal ubah arahnya saja dengan tetap mengikuti tren jangka pendeknya.
- Peluang Lebih Banyak
Peluang lebih banyak dan fleksibel. Akan selalu ada “momen” yang bisa diciptakan bahkan saat market sideways sekalipun. Scalper tinggal ubah ke time frame yang lebih kecil saja.

Misal di time frame 1 menit akan selalu ada tren yang bisa diikuti untuk meraih cuan, dibandingkan ketika menggunakan time frame 1 jam yang sedang mengalami sideways.
- Skip Overnight
tidak perlu menghadapi overnight. Seorang scalper tidak perlu menghadapi risiko overnight, atau posisi yang di hold lebih dari satu malam. Di momen tertentu, apabila trader menghadapi posisi overnight, biasanya ada pengenaan biaya tambahan (swap) dan juga risiko terjadinya gap.
Gap adalah momen dimana harga “lompat” atau terjadinya lonjakan saat kondisi market tiba-tiba berubah secara instan karena suatu faktor tertentu. Tentu Hal tersebut bisa dihindari oleh seorang scalper dengan menghindari posisi overnight.
Kekurangan Scalper
- Cost Lebih Besar
Seorang scalper karena kecenderungan membuka banyak posisi lebih banyak, artinya biaya transaksinya akan lebih besar dibandingkan dengan intraday trader atau swing trader.
- Tekanan Psikologi
Tekanan psikologi lebih besar. Karena scalper mencari peluang dalam waktu singkat, tentu tekanan psikologi lebih besar juga. Contoh, lebih mudah mengalami over trade apabila scalper tersebut greedy.

Satu kesalahan fatal, bisa merusak semuanya. Bahkan profit yang sudah dikumpulkan sedikit demi sedikit seharian, dengan psikologi yang salah, maka profit tersebut bisa saja malah berbalik ke posisi loss besar.
- Perlu Fokus dan Stamina Ekstra
Butuh fokus dan stamina ekstra. Scalper justru perlu energi yang lebih besar untuk selalu standby di depan monitor.
Karena scalper ingin menangkap “momentum” di waktu yang singkat, maka seorang scalper perlu berada di depan layar untuk melihat chart. Tidak semua orang cocok dan punya waktu untuk berlama-lama di depan layar untuk trading.
Strategi Scalping Untuk Menghadapi 2026
Kita bisa menggunakan strategi simpel dengan eksplorasi menggunakan indikator default yang sudah tersedia di metatrader seperti Moving Average, dan juga Stochastic tapi tentu dengan beberapa sentuhan yang berbeda.
Settingan Moving Average
Pertama tentu saja kita perlu mengikuti arah trend besar seperti pada umumnya. Maka disini kita pakai indikator moving average untuk mengetahui harga rata-rata.
Untuk settingan moving average sendiri, bisa pilih metode exponential moving average (EMA). Jadi pertama kita pilih menu navigator, lalu indikator, kemudian pilih trend, dan pilih moving average dengan setting seperti berikut ini.

Rulesnya simpel, harga bergerak di atas harga rata-rata maka trend naik, maka ambil posisi buy. Sebaliknya jika harga bergerak di bawah harga rata-rata maka itu trend turun dan ambil posisi sell.
Settingan Stochastic
Stochastic pun menggunakan settingan standar hanya merubah periode saja. Bisa di set dengan cara pilih oscillators kemudian stochastic dengan settingan berikut ini.

Prinsipnya ambil buy ketika harga bergerak di atas EMA, dan stochastic ada di bawah level 20 (oversold). Sebaliknya, bisa ambil sell ketika harga bergerak di bawah EMA, dan stochastic ada di atas level 80 (overbought).
Konsep Fair Value Gap
Di metode teknikal analisis, ada yang namanya istilah fair value gap (FVG). Secara teori bisa dikatakan FVG adalah harga wajar bagi para institusi untuk melakukan aksi beli atau jual.
Sederhananya jika kita melihat pergerakan harga secara impulsif, biasanya di formasi tiga candle seperti ini bisa meninggalkan “jejak” atau gap contohnya seperti ini.

Nah area ini yang kita cari saat eksekusi transaksi setelah mengikuti rules EMA dan Stochastic tadi kita kombinasikan semuanya seperti contoh di bawah ini :

Kesimpulan
Di tahun 2026, khususnya pergerakan emas atau xauusd sangat cepat dan sering membentuk area FVG apalagi di time frame kecil. Maka ini cocok bagi scalper untuk cari peluang profit disana. Tentu rules yang sudah dibahas tadi harus diikuti agar hasilnya optimal. Sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya!