Maxco.co.id – Trading itu mirip banget sama PDKT, kalau timing-nya salah, bukannya jadian malah di-ghosting sama gebetan. Banyak trader pemula mengira karena pasar buka 24 jam non-stop, mereka bisa seenaknya masuk kapan saja sesuka hati. Padahal, memahami sesi market forex adalah kunci agar kalian nggak bengong nungguin grafik yang geraknya lebih lambat dari siput stroke.
Bayangkan kalian buka lapak es campur tapi bukanya jam 3 pagi pas orang lagi nyenyak tidur, ya jelas nggak ada yang beli kan? Sama halnya di forex, kalau kalian maksa trading di jam “hantu” saat bank-bank besar tutup, jangan harap grafik bakal goyang dumang ngasih profit.
Artikel ini bakal membedah jam berapa saja “pasar kaget” forex itu buka dan kapan waktu terbaik buat kalian nyopet cuan. Kita akan bahas karakteristik unik tiap negara biar kalian nggak salah kostum dan berakhir boncos.
Pahami Dulu Pembagian Sesi Market Forex Beserta Jam Tayang WIB

Dunia ini berputar, matahari terbit bergantian, begitu juga dengan pusat uang dunia. Pasar forex itu estafet, oper-operan tongkat dari satu negara ke negara lain. Jadi penting banget untuk tahu pembagian sesi market forex ini.
Berikut adalah bedah karakter empat sesi utama yang wajib kalian hafal di luar kepala:
1. Sesi Sydney (Pemanasan Pagi Buta 05:00 – 14:00 WIB)
Sesi ini dimulai saat ayam jago di Australia baru berkokok. Buat kita di Indonesia, ini jam-jam orang baru bangun tidur atau malah baru mau tidur habis begadang.
Jujur saja, pergerakan di sesi ini seringkali “malu-malu kucing”. Volumenya paling kecil dibanding sesi lain. Kalau kalian berharap dapat profit ribuan persen di sini, mending lanjut tidur mimpi indah saja.
- Karakter: Kalem, sering sideways, cocok buat yang jantungnya lemah.
- Pair Andalan: AUD/USD, NZD/USD.
2. Sesi Tokyo (Si Naga Asia Bangun 07:00 – 16:00 WIB)
Setelah Sydney, giliran Tokyo yang melek. Ini sering disebut sesi Asia. Di sini likuiditas mulai mengalir, tapi nggak sederas air terjun Niagra.
Sesi Asia ini unik, seringkali dia cuma bikin range harga (batas atas bawah) buat di-breakout sama sesi London nanti. Jadi ibaratnya, sesi Tokyo ini yang nyiapin panggungnya, sesi London yang manggung.
- Karakter: Moderat, respek sama support resistance, kadang membosankan buat scalper yang butuh adrenalin.
- Pair Andalan: USD/JPY, dan semua yang ada JPY-nya.
3. Sesi London (Pasar Kaget Eropa 15:00 – 00:00 WIB)
Nah, ini dia primadonanya! Begitu jam big ben bunyi, pasar langsung melek total seolah-olah habis minum kopi espresso double shot.
Volatilitas di sini gila-gilaan karena London adalah pusat transaksi forex terbesar di dunia. Tren harian biasanya terbentuk di sini. Kalau di sesi Asia grafik cuma jalan santai, di sesi London grafik lari sprint dikejar satpol PP.
- Karakter: Liar, tren kuat, sering ada tipuan (fakeout) di awal buka.
- Pair Andalan: GBP/USD, EUR/USD, EUR/GBP.
4. Sesi New York (Drama Amerika 20:00 – 05:00 WIB)
Sesi ini buka pas kita lagi santai sore atau makan malam. Di sini Dolar AS sebagai “Raja Uang” mulai beraksi. Berita ekonomi High Impact sering rilis di awal sesi ini.
Sesi New York ini ibarat babak final sinetron, penuh drama dan plot twist. Tren yang dibikin London bisa diteruskan, atau malah dibalik total (reversal) sama trader Amerika.
- Karakter: Volatil di awal, tapi mulai lemes menjelang tengah malam WIB.
- Pair Andalan: Semua Major Pairs (yang ada USD-nya).
Ini Alasan Kenapa Sesi New York Sering Disebut Sesi Terbaik

Kalau kalian tanya ke 100 trader, “Mana sesi paling favorit?”, mungkin 80 orang akan menjawab New York (atau gabungan London-New York). Bukan tanpa alasan sesi ini jadi primadona. Buat kalian yang berjiwa petualang dan butuh hasil cepat, sesi ini adalah surga.
Berikut adalah alasan logis kenapa sesi Amerika ini dianggap rajanya cuan:
1. Volatilitas Adalah Teman (Cuan Cepat)
Trader itu makan dari pergerakan harga, kalau harga diam maka trader puasa. Di sesi New York, Dolar AS sebagai “Raja Uang” beraksi di mana hampir 80% transaksi dunia melibatkan USD. Logikanya sederhana, saat pasar Amerika buka jam 7 malam WIB, volume uang yang masuk itu tumpah ruah.
Efeknya harga bergerak sangat agresif dan target profit harian kalian bisa tercapai hanya dalam waktu 1-2 jam trading saja. Cocok banget buat kalian yang nggak mau seharian nungguin chart sampai jamuran.
2. Momen “Overlap” Yang Mematikan
Ada satu rahasia umum di jadwal sesi market forex yang wajib kalian tahu yaitu Momen Tumpang Tindih atau Overlap. Antara jam 20:00 WIB sampai 00:00 WIB, pasar London (Eropa) belum tutup tapi pasar New York (Amerika) sudah buka lebar.
Dua raksasa keuangan dunia transaksi barengan dan hasilnya adalah tsunami likuiditas. Di jam inilah pergerakan harga paling “daging”, spread menipis, dan harga lari kencang tanpa rem.
3. Jodohnya Karyawan Kantoran
Ini alasan paling realistis buat warga +62 karena kebanyakan trader ritel adalah karyawan yang kerja dari pagi sampai sore. Sesi New York buka pas kalian baru sampai rumah, sudah mandi, dan santai sambil ngopi. Jadi kalian bisa trading dengan fokus tanpa takut ketahuan bos di kantor, waktu paling efisien buat cari gaji kedua.
Eh Tapi Sesi Tokyo Juga Gak Kalah Cuan Kok Kalau Tahu Caranya

Mentang-mentang New York ramai, jangan buru-buru meremehkan sesi Tokyo atau Asia. Banyak trader yang justru boncos di New York karena nggak kuat mental lihat grafik yang liar, akhirnya lari ke pelukan sesi Tokyo yang lebih “mengayomi”.
Sesi Tokyo punya pesona tersendiri buat tipe trader tertentu yang suka ketenangan.
1. Zona Nyaman Trader Konservatif
Kalau kalian benci jantung berdebar kencang dan lebih suka analisa yang rapi maka Tokyo adalah tempatnya. Pergerakan harga di sesi ini biasanya moderat dan jarang ada kejutan spike harga gila-gilaan yang bikin Stop Loss kejilat tiba-tiba. Level teknikal seperti Support dan Resistance sangat dihormati di sini karena tidak ada uang besar yang merusak struktur pasar secara brutal.
2. Strategi Ping-Pong (Range Trading)
Karena volumenya nggak sebesar London atau New York, harga di sesi Tokyo seringkali cuma memantul-mantul dalam batas tertentu. Caranya gampang, beli di lantai (Support) dan jual di atap (Resistance) lalu ulangi terus sampai bosan. Memang nggak sekali pukul dapat ratusan pips, tapi profit kecil-kecil yang dikumpulin dari strategi ping-pong ini kalau diakumulasi bisa jadi bukit juga.
Jangan Maksa Trading Di Sesi Sydney (Awal), Ini Alasannya!

Nah, ini poin ryang paling penting: Kalau harus memilih sesi mana yang paling tidak menguntungkan dan sebaiknya dihindari, jawabannya adalah Awal Sesi Sydney (04:00 – 06:00 WIB).
Kenapa sesi ini sering disebut “Jam Hantu” atau zona mati? Berikut alasan logisnya kenapa kalian bakal rugi kalau maksa trading di jam ini.
1. Spread Melebar Gila-gilaan (Biaya Mahal)
Jam 04:00 – 05:00 pagi WIB adalah waktu pergantian hari perbankan atau Rollover. Di jam ini, bank-bank besar di New York sudah tutup, tapi bank di Asia belum sepenuhnya buka.
Akibatnya, likuiditas pasar kering kerontang. Broker akan melebarkan spread (selisih harga jual-beli) secara drastis untuk menutupi risiko.
- Contoh: Biasanya spread EURUSD cuma 1 pip, di jam ini bisa melar jadi 5-10 pips.
- Efeknya: Kalian baru klik Buy, posisi langsung minus besar. Bahkan sering kejadian kena Stop Loss padahal harga di grafik belum nyentuh angka itu, cuma gara-gara spread yang melar kayak karet celana.
2. Pergerakan “Mayat Hidup” (Zombie Market)
Kecuali ada berita besar dari Australia, pergerakan harga di awal sesi Sydney ini sangat lambat dan tidak jelas arahnya. Grafik cuma bergerak datar (flat) atau choppy (gerak dikit tapi acak).
Kalau kalian masuk di sesi forex ini, uang kalian bakal tertahan lama (floating) tanpa kepastian. Buat apa begadang atau bangun subuh cuma buat ngeliatin grafik yang detak jantungnya kayak orang pingsan? Mending tidur, simpan tenaga buat sesi London nanti.
Gunakan Indikator Sesi Market Forex Agar Mata Tidak Siwer
Kalian nggak perlu repot-repot beli jam dinding lima biji kayak di kantor bursa saham cuma buat tahu jam berapa di London sekarang. Zaman sekarang sudah canggih karena kalian bisa pasang indikator sesi market forex di aplikasi MetaTrader 4 biar praktis.
Cari saja indikator bernama Session Map atau i-Sessions yang bakal ngasih warna beda di grafik kalian secara otomatis. Biasanya kotak biru untuk Asia lalu kotak merah untuk London dan kotak hijau untuk sesi New York.
Dengan bantuan visual ini kalian bisa langsung sadar posisi dan konteks waktu saat itu. Kalian jadi bisa mikir oh ini sesi Asia kok datar banget ya mending gue ngopi dulu nunggu London buka jam 2 siang nanti. Indikator ini bikin kalian disiplin buat nahan jari biar nggak gatal pencet tombol di waktu yang salah.
Jadi, Inilah Sesi Terbaik Dari Keempat Sesi FOREX
JAWABANNYA tentu sesi London/New York kalau mau ngebut (profit cepat risiko tinggi). Kalau mau santai menikmati pemandangan, naiklah di sesi Tokyo (Asia).
Kesalahan terbesar pemula adalah mereka trading tanpa melihat jam, kayak orang pakai kacamata hitam di malam hari, nabrak sana-sini. Mulai sekarang, sesuaikan strategi kalian dengan jam pasar.
Jangan memaksakan teknik scalping agresif di sesi Sydney yang sepi, itu sama saja kayak jualan es krim di kutub utara. Pahami jadwal sesi market forex dan manfaatkan momentumnya.
Ingat, pasar forex akan selalu ada besok, lusa, dan tahun depan. Jangan memaksakan entry di sesi yang tidak kalian pahami hanya karena gatal ingin trading atau kejar target buat bayar cicilan.
Solusi Stabil di Segala Sesi Bersama Maxco
Teori soal jam trading di atas emang daging semua, tapi ada satu masalah teknis yang bisa bikin buyar segalanya: Broker yang lemot.
Percuma kalian nungguin sesi London berjam-jam, eh pas harga meledak, aplikasi broker kalian malah loading terus alias freeze. Itu sakitnya nggak berdarah, Bos! Volatilitas sesi London dan New York itu butuh kendaraan yang tangguh, bukan broker “kaleng-kaleng”.
Di sinilah Maxco hadir sebagai solusi netral yang sudah teruji zaman. Bayangkan, Maxco punya pengalaman lebih dari 30 tahun di industri keuangan. Itu artinya mereka sudah melewati berbagai krisis dunia dan tetap berdiri tegak.
Kenapa pengalaman 30 tahun itu penting buat sesi trading?
- Stabilitas Server: Saat pasar London/New York lagi chaos dan ramai transaksi, server Maxco sudah terbukti kuat menahan beban, jadi eksekusi kalian tetap sat-set.
- Likuiditas Matang: Broker berpengalaman punya penyedia likuiditas yang solid, jadi spread tetap wajar meski pasar lagi gejolak.
- Kepercayaan: Kalau broker baru kemarin sore, kena badai dikit bisa goyang. Kalau yang 30 tahun? Sudah tahan banting.
Entah kalian mau berburu cuan di sesi Asia yang santai atau bertarung di sesi New York yang ganas, pastikan kalian pakai broker yang punya reputasi panjang seperti Maxco, kalian bisa buka akun trading Maxco disini. Jangan pertaruhkan modal kalian di broker yang jam terbangnya masih seumur jagung.
Q&A
Market forex ada berapa sesi?
Secara garis besar ada 4 sesi utama yang mewakili pusat keuangan dunia: Sesi Sydney (Australia), Sesi Tokyo (Asia), Sesi London (Eropa), dan Sesi New York (Amerika). Namun, trader biasanya lebih fokus pada 3 sesi besar yaitu Asia, London, dan New York karena volume transaksinya paling dominan.
Jam berapa waktu terbaik trading forex untuk pemula?
Untuk pemula yang ingin menghindari risiko kejutan besar, pertengahan sesi Tokyo (09:00 – 11:00 WIB) bisa jadi pilihan aman karena pergerakan lebih stabil dan teknikal lebih rapi. Namun, jika ingin belajar menangkap tren, awal sesi London (14:00 – 16:00 WIB) adalah waktu terbaik untuk melihat bagaimana tren harian terbentuk.
Apa indikator sesi market forex terbaik?
Indikator visual seperti “Session Map” atau “Box Breakout” di MetaTrader sangat direkomendasikan. Indikator ini akan memberikan kotak warna berbeda di grafik untuk menandai setiap sesi secara otomatis, sehingga kalian bisa melihat range harga Asia, London, dan New York tanpa perlu menghitung jam manual atau konversi WIB.