MAXCO MOBILE APPS
Portfoliomu dalam genggaman
DETAIL

Earnings Big Banks AS Jadi Ujian Awal Pasar di 2026

Musim laporan keuangan kuartal keempat (Q4) 2025 resmi dibuka oleh deretan bank-bank raksasa Amerika Serikat, menjadikan sektor keuangan sebagai barometer awal arah pasar saham di awal 2026. JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo, dan Goldman Sachs akan menjadi sorotan utama, di tengah pergeseran ekspektasi suku bunga, volatilitas pasar obligasi, serta harapan pemulihan aktivitas pasar modal.

Earnings Big Banks AS Jadi Ujian Awal Pasar di 2026

JPMorgan: Stabilitas di Tengah Transisi Suku Bunga

JPMorgan Chase, bank terbesar di AS berdasarkan kapitalisasi pasar, diperkirakan mencatat EPS $4,94, naik dari kuartal sebelumnya $4,81, dengan pendapatan diproyeksikan mencapai $45,89 miliar. Konsistensi pertumbuhan ini mencerminkan kekuatan bisnis inti JPM, terutama dari net interest income dan diversifikasi pendapatan yang solid.

Bagi investor, JPM dipandang sebagai safe haven sektor perbankan, terutama jika volatilitas meningkat akibat ketidakpastian kebijakan moneter Federal Reserve. Fokus pasar akan tertuju pada guidance margin bunga dan kualitas kredit, yang menjadi kunci keberlanjutan laba di tahun 2026.

Citigroup: Narasi Turnaround Mulai Terlihat

Citigroup menjadi salah satu cerita paling menarik dalam musim earnings kali ini. Konsensus memperkirakan lonjakan EPS ke $1,83 dari sebelumnya $1,34, dengan pendapatan naik ke $20,94 miliar. Peningkatan ini mencerminkan dampak awal dari restrukturisasi bisnis global dan disiplin biaya yang lebih ketat.

Jika realisasi sesuai ekspektasi, Citi berpotensi memasuki fase re-rating valuasi, meskipun investor masih akan mencermati komitmen manajemen terhadap efisiensi jangka panjang dan arah pengembalian modal.

Wells Fargo: Pemulihan Bertahap dengan Batasan Regulasi

Wells Fargo diperkirakan mencatat EPS $1,68, naik dari $1,42, dengan pendapatan $21,62 miliar. Perbaikan ini menunjukkan stabilnya kredit konsumer dan kontrol biaya yang membaik. Namun, ruang kenaikan saham masih dibatasi oleh asset cap regulator, yang membatasi ekspansi neraca dan pertumbuhan jangka panjang.

Pasar akan menanti sinyal kemajuan dalam dialog regulasi, yang dapat menjadi katalis signifikan bagi valuasi saham Wells Fargo.

Goldman Sachs: Sensitif terhadap Sentimen Pasar Modal

Berbeda dengan bank komersial, Goldman Sachs lebih mencerminkan kondisi pasar modal global. Konsensus menunjukkan EPS $11,59, sedikit turun dari kuartal sebelumnya, meski pendapatan naik ke $14,4 miliar. Hal ini menandakan bahwa pemulihan aktivitas investment banking dan trading belum sepenuhnya merata.

Reaksi saham Goldman akan sangat bergantung pada outlook deal pipeline dan optimisme manajemen terhadap aktivitas merger & acquisition di 2026, menjadikan saham ini sebagai proxy risk-on bagi investor.

Implikasi ke Pasar Saham

Secara keseluruhan, earnings Big Banks akan menjadi penentu awal sentimen Wall Street. Laporan yang solid berpotensi mengonfirmasi bahwa sektor keuangan mampu bertahan di tengah normalisasi suku bunga, sementara guidance yang hati-hati dapat memicu rotasi sektor dan meningkatkan volatilitas indeks utama.

Bagi investor, minggu ini bukan sekadar soal angka laba, melainkan ujian kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan AS dan prospek pertumbuhan ekonomi 2026.

Ade Yunus, ST WPA

Global Market Strategies

Pegang kendali melalui
Smart Analysis Portal

Smart Analysis Portal kami menawarkan sistem yang mudah digunakan dengan berbagai fitur dan alat yang membantu pelanggan dengan berbagai gaya trading.