Poin-Poin Utama
• Powell tidak memberikan panduan kebijakan — langkah yang jarang terjadi menjelang keputusan FOMC.
• Pasar masih memperkirakan adanya pemotongan suku bunga lanjutan setelah penurunan 25 bps sebelumnya, dengan Tingkat Keyakinan Pasar mencapai 86%, namun data ekonomi AS yang akan dirilis menjadi penentu utama.
• Keheningan Powell dipandang sebagai upaya mempertahankan independensi kebijakan moneter di tengah dinamika politik di Washington.
• Investor kini mengalihkan fokus pada pertemuan FOMC berikutnya, data inflasi terbaru, serta pengumuman kandidat Ketua The Fed yang akan ditunjuk oleh pemerintahan Trump.
Maxco Futures — Dalam pidatonya di Hoover Institution, Stanford University, Jerome Powell memilih untuk tidak memberikan panduan tentang prospek ekonomi maupun arah kebijakan moneter. Bagi sebagian pelaku pasar, sikap diam ini menunjukkan kehati-hatian The Fed di tengah tekanan politik dan ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga. Namun bagi lainnya, ketidakjelasan ini justru memperbesar spekulasi terkait kemungkinan perubahan arah kebijakan dan potensi pergantian kepemimpinan di bank sentral di bawah administrasi baru — yang dapat meningkatkan volatilitas pasar.
Powell — yang sebelumnya kerap meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga terlalu cepat — tampak sengaja menghindari pembahasan mengenai suku bunga atau inflasi dalam pidato terbaru ini. Sikap tersebut kontras dengan tekanan publik dari Presiden Donald J. Trump yang secara terbuka mendesak The Fed untuk segera menurunkan suku bunga, di tengah rumor kuat bahwa Trump akan mengganti Powell sebelum akhir tahun.
Sejumlah analis menilai keputusan Powell untuk menahan komentar merupakan strategi guna menjaga independensi The Fed. Terlebih, langkah ini terjadi di saat Washington tengah mempercepat wacana perombakan struktur kepemimpinan bank sentral — yang dikhawatirkan dapat membuat kebijakan moneter lebih rentan terhadap pengaruh politik.
Bagi pasar dan pelaku ekonomi, sikap diam Powell membawa dua makna penting. Di satu sisi, The Fed ingin mempertahankan kredibilitas dan jarak dari tekanan politik. Di sisi lain, ketidakjelasan mengenai suku bunga membuat ekspektasi pasar tetap rapuh — terutama menjelang pertemuan kebijakan berikutnya, ketika banyak pihak berharap akan ada pemangkasan suku bunga tambahan.
Ade Yunus, ST WPA
Global Market Strategies